MBN//Ketapang//Marau, 25 April 2026 – Dewan Pengurus Ranting (DPRT) Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, menggelar kegiatan konsolidasi organisasi yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7. Kegiatan ini berlangsung di Rumah Adat Dusun Jemayas, Desa Belaban, dan dihadiri oleh jajaran pengurus, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur penting dari wilayah Kecamatan Marau.
Berdasarkan surat undangan resmi bernomor B.03/012/DPRT-TBBR.M/IV.2026 tertanggal 17 April 2026, kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat struktur organisasi, meningkatkan koordinasi antar pengurus, serta mempererat hubungan emosional antar anggota.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Ketapang Dapil V, Wilis Aryant, Sekretaris Camat Marau Esau Londong, perwakilan Polsek Marau Septo, Ketua DAD Kecamatan Marau Sartono, serta Penasehat Hukum Adat dari Kepatihan Jaga Latih Desa Sembilan Demung Sepuluh, Cendaga Tali Waris. Hadir pula Kepala Desa Belaban Kornelius, Kepala Desa Riambatu Gading Nopi, Ketua Ormas Tangkitn Janawi Nusantara Buntung, Ketua MABM Kecamatan Marau, serta perwakilan Ormas Datok Hitam.

Selain unsur pemerintahan dan organisasi, kegiatan ini juga dihadiri oleh para tokoh adat, tokoh agama, unsur kadat se-Desa Belaban, serta masyarakat setempat yang turut memeriahkan jalannya acara.
Mengusung semangat kebersamaan yang tercermin dalam falsafah “Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata”, kegiatan ini menegaskan komitmen TBBR dalam menjaga nilai-nilai adat, budaya, serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.
Ketua Panitia, Martinus Novemba, menegaskan bahwa konsolidasi ini menjadi langkah penting dalam menyatukan visi dan misi organisasi ke depan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan serta memperkuat peran TBBR sebagai mitra masyarakat dalam pembangunan sosial dan budaya.
“Momentum hari jadi ini bukan hanya untuk mengenang perjalanan organisasi, tetapi juga sebagai titik evaluasi dan penguatan langkah ke depan. Kami ingin memastikan TBBR tetap solid, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 12.30 WIB dengan penyambutan Dewan Pengurus Daerah (DPD) TBBR, Terasonsius dan para undangan, dilanjutkan dengan pembukaan resmi pada pukul 13.00 WIB. Suasana hangat penuh kekeluargaan terasa dalam sesi ramah tamah yang berlangsung hingga sore hari, menjadi ruang interaksi dan komunikasi antar peserta.
Menjelang penutupan, kegiatan semakin semarak dengan penampilan atraksi Pasukan Merah yang mencerminkan semangat keberanian dan kekompakan. Atraksi ini sekaligus menjadi simbol kekuatan dan identitas organisasi yang terus dijaga dan diwariskan.
Tidak berhenti sampai di situ, kemeriahan berlanjut pada malam hari melalui hiburan rakyat yang digelar di Lapangan Sepak Bola Dusun Jemayas. Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat setempat, menciptakan suasana kebersamaan yang harmonis antara organisasi dan warga.
Sekretaris Panitia, Kalvin Apriyanto, menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi bukti kuat kedekatan TBBR dengan lingkungan sosialnya.
“Kami ingin TBBR tidak hanya dikenal sebagai organisasi, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang aktif, terbuka, dan memberikan kontribusi positif. Kebersamaan seperti ini adalah kekuatan utama kita,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Penasehat hukum Cendaga Tali Waris, Jubirtus juga menyampaikan pesan penting kepada pihak perusahaan perkebunan sawit PT.Minamas dan PT.Agrilus/BGA yang beroperasi di wilayah Kecamatan Marau. Melalui forum konsolidasi ini, beliau menegaskan bahwa apabila terdapat masyarakat setempat yang diduga melakukan perbuatan melawan hukum, hendaknya tidak serta-merta langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Penyelesaian melalui jalur adat dinilai sebagai langkah awal yang lebih bijak, mengedepankan musyawarah, kearifan lokal, serta menjaga keharmonisan hubungan antara perusahaan dan masyarakat. Pendekatan ini dianggap mampu mencegah konflik berkepanjangan dan menciptakan solusi yang berkeadilan bagi semua pihak.
Dengan terselenggaranya kegiatan konsolidasi dan peringatan HUT ke-7 ini, TBBR Kecamatan Marau diharapkan semakin solid, mampu menjaga nilai-nilai kearifan lokal, serta terus berperan sebagai perekat persatuan dan penggerak kegiatan sosial budaya di Kabupaten Ketapang, khususnya di wilayah Kecamatan Marau.
Narasumber : Buntung, CPLA (Paralegal Rumah Hukum Indonesia)


