Tangis Keluarga Pecah, Warga Teluk Bayur Menanti Keadilan untuk Anggota Keluarga yang Ditahan

MBN//Ketapang//Kalbar – Kisah haru menyelimuti sebuah rumah sederhana di Desa Teluk Bayur, Kabupaten Ketapang. Di rumah tersebut, dua kepala keluarga harus meninggalkan keluarganya karena saat ini masih menjalani penahanan di Rutan Polres setempat.
Total terdapat lima warga yang masih ditahan, dan dua di antaranya merupakan penghuni rumah tersebut. Kini, yang tersisa di rumah hanyalah kaum perempuan—istri dan anak-anak—yang setiap hari menunggu kabar baik terkait proses hukum yang sedang berjalan.
Junaidi, warga Desa Teluk Bayur yang menjadi narasumber dalam peristiwa ini, mengungkapkan bahwa kelima warga tersebut dituduh melakukan pencurian brondolan sawit di kebun milik PT Prakarsa Tani Sejati (PTS). Namun, ia menegaskan bahwa lokasi kejadian yang dipersoalkan berada di luar area Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan.
“Mereka dilaporkan oleh pihak perusahaan, padahal lokasi yang dituduhkan itu berada di luar HGU. Ini yang menjadi kegelisahan kami,” ujar Junaidi.
Di tengah situasi sulit ini, keluarga yang ditinggalkan hanya bisa berharap adanya keadilan. Setiap hari, mereka menanti perkembangan dari proses pendampingan hukum yang sedang dilakukan oleh tim kuasa hukum.
Suasana haru semakin terasa ketika para istri dan anak-anak tersebut menyaksikan berbagai video yang beredar, baik dari kuasa hukum maupun dari tokoh-tokoh yang turut memberikan perhatian terhadap kasus ini. Dukungan moral tersebut menjadi satu-satunya penguat bagi mereka di tengah ketidakpastian.
“Setiap kali melihat video dukungan, mereka sering tidak kuasa menahan tangis. Mereka merasa masih ada yang peduli dan memperjuangkan nasib keluarga mereka,” tambah Junaidi.
Kasus ini kini menjadi perhatian masyarakat luas, khususnya terkait kejelasan status hukum lokasi kejadian serta perlindungan terhadap masyarakat yang berhadapan dengan hukum. Harapan akan penyelesaian yang adil dan bijaksana terus digaungkan, agar keluarga yang terdampak dapat kembali berkumpul tanpa bayang-bayang ketidakpastian. Tim
