TAK TAU BALAS BUDI, PEMUDA ASAL KABUPATEN BATU BARA SUMATRA UTARA DI DUGA MENYEBARKAN FITNAH DAN UJARAN KEBENCIAN TERHADAP SALAH SATU MASYARAKAT DUSUN SEDAWAK DESA KARYA BARU ‎

oleh -24 Dilihat
oleh

MBN// Ketapang// Kalbar – Seorang pemuda bernama Muhammad Habsi yang diketahui berasal dari Kab. Batu Bara Sumatera Utara, diduga melakukan penyebaran fitnah dan ujaran kebencian terhadap sejumlah masyarakat Dusun Sedawak, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

‎Salah satu korban yang sejak awal Habsi datang merantau ke Dusun Sedawak dari kampungnya, ditampung oleh Saudara Tris Yanto atas dasar kemanusiaan. Habsi juga difasilitasi oleh Tris mulai dari kebutuhan hidupnya hingga diusahakan untuk bisa bekerja agar dapat mengirimkan uang untuk orangtuanya dikampung.

‎Namun bagaikan “Air Susu Dibalas Air Tuba” bukannya berterimakasih kepada Tris, Habsi justru melakukan tindakan fitnah dan ujaran kebencian terhadap Tris sebagai orang yang telah berjasa menolong disaat Habsi berada pada titik tersulit dalam hidupnya.

‎Tidak hanya itu, Habsi juga diduga melakukan tindakan penggelapan buah sawit berdasarkan bukti-bukti yang ada pada saat dipercayakan oleh Tris untuk mengelola kebun sawitnya. Hal ini diduga malah dimanfaatkan oleh Habsi untuk menyembunyikan ratusan kilogram buah sawit untuk kemudian dijual secara sembunyi dari Tris selaku pemilik lahan.

‎Saat dikonfirmasi, Tris Yanto menjelaskan dan memperlihatkan berbagai Bukti dugaan kejahatan yang dilakukan oleh Habsi terhadap Tris. Bahkan setelah ketahuan melakukan tindakan kejahatan, bukannya meminta maaf malah Tris Yanto difitnah dengan ujaran kebencian hingga Tris ditantang untuk berduel tetapi harus berduel dikampung Muhammad Habsi yang berada di Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara.

‎”Saya heran dengan Habsi, sejak dia datang di Dusun Sedawak ini pertolongan model apa yang belum saya berikan ke dia. Malah kebun sawit saya digelapkan buahnya, saya difitnah dan disebarkan ke seluruh warga desa bahkan sampai saya ditantang untuk berkelahi tetapi harus berkelahi dikampungnya daerah Sumatera Utara.” Terang Tris Yanto

‎Saat ditemui media, Tris Yanto telah memperlihatkan sejumlah bukti yang menurutnya berkaitan dengan dugaan perbuatan tersebut. Namun, kebenaran dan status hukum atas dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui proses pemeriksaan dan mekanisme hukum yang berlaku.

‎”Bukan hanya itu, saya juga sampai dikatakan gila dan disebarkan juga ke para warga desa setempat. Saya benar-benar bingung, saya menolong orang yang tidak ada hubungan kekeluargaan sedikitpun tetapi malah saya yang dijahati oleh orang yang saya tolong” Ujar Tris Yanto

‎Persoalan semakin memanas setelah Tris mengaku dirinya justru mendapat tuduhan serta pernyataan yang dinilai menyerang nama baiknya. Bahkan, menurut keterangannya, Habsi disebut sempat menantang dirinya untuk berduel dengan syarat dilakukan di kampung halaman Habsi di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.

‎Tris Yanto berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara baik-baik dan tidak berkembang menjadi konflik antarindividu maupun masyarakat.

‎Ia juga meminta agar setiap tuduhan yang disampaikan kepada dirinya dapat dibuktikan berdasarkan fakta dan bukti yang jelas, bukan melalui penyebaran informasi yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. TIM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.