
Jembatan tersebut merupakan jalur vital bagi warga, mulai dari mobilitas menuju kebun, distribusi hasil pertanian, hingga akses anak-anak menuju sekolah. Melihat kondisi jembatan yang mulai mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan pengguna, warga bersepakat untuk melakukan perbaikan secara mandiri.
Seluruh proses rehabilitasi dilakukan melalui swadaya masyarakat, baik dalam bentuk sumbangan material, dana, maupun tenaga. Sejak pagi hari, warga tampak bergotong royong dengan penuh semangat kekeluargaan, saling bahu-membahu demi memastikan jembatan dapat kembali digunakan dengan aman dan nyaman.

“Kerja bakti ini bukan hanya tentang memperbaiki jembatan, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan antarwarga. Kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki kepedulian tinggi terhadap fasilitas umum yang menjadi penopang kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga berharap, upaya swadaya yang dilakukan warga dapat menjadi perhatian bagi pihak terkait agar ke depan infrastruktur desa mendapatkan dukungan yang lebih baik dan berkelanjutan.
“Kami tentu berharap ada perhatian lebih dari pemerintah maupun pihak terkait, agar akses masyarakat, terutama untuk pendidikan dan ekonomi warga, bisa semakin layak dan aman,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, warga Dusun 4 Karya/Sei Jahak berharap usia pakai jembatan dapat diperpanjang serta risiko kecelakaan dapat diminimalkan. Lebih dari itu, kerja bakti ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih hidup dan terjaga di tengah masyarakat Desa Kuala Tolak. Tim
