Spanduk “Dicari” Petinggi PT BAL Terpasang di Kebun Sawit, Masyarakat Desa Pelanjau Jaya Tuntut Penjelasan

oleh -185 Dilihat
oleh

MBN//Ketapang//Kalbar– Sebuah spanduk berwarna merah dengan tulisan besar “DICARI” yang memuat nama Yustinus Lambang Setyo Putro, Lisnawati, Farid, dan Ondra Utama terpasang di area perkebunan kelapa sawit di Desa Pelanjau Jaya, Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang. Keberadaan spanduk tersebut sontak menarik perhatian masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media, nama-nama yang tercantum dalam spanduk tersebut diketahui merupakan jajaran petinggi PT Budidaya Agro Lestari (BAL) yang merupakan bagian dari Minamas Group.

Saat dikonfirmasi terkait maksud pemasangan spanduk tersebut, salah seorang warga Desa Pelanjau Jaya membenarkan bahwa masyarakat memang sedang berupaya mencari dan ingin bertemu langsung dengan para nama yang tercantum dalam spanduk.

Menurut warga, aksi pemasangan spanduk tersebut merupakan bentuk protes masyarakat yang hingga saat ini masih memperjuangkan penyelesaian sengketa lahan dengan perusahaan.

“Kami memang ingin bertemu langsung dengan mereka. Selama ini masyarakat merasa kesulitan untuk mendapatkan penjelasan secara langsung dari pihak yang memiliki kewenangan mengambil keputusan di perusahaan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat menilai bahwa Yustinus Lambang Setyo Putro, yang disebut sebagai Presiden Direktur PT BAL, perlu turun langsung ke lapangan untuk mendengar aspirasi warga serta memberikan penjelasan terkait persoalan yang selama ini menjadi polemik antara masyarakat dan perusahaan.

Menurut warga, berbagai upaya penyampaian aspirasi telah dilakukan, namun hingga kini belum ada penyelesaian yang dianggap memberikan kejelasan bagi masyarakat pemegang hak alas yang mengklaim memiliki lahan yang saat ini menjadi objek sengketa.

Spanduk tersebut juga menjadi simbol kekecewaan masyarakat yang menginginkan adanya komunikasi langsung dari pihak manajemen tertinggi perusahaan, bukan hanya melalui perwakilan atau staf lapangan.

“Kami berharap Bapak Yustinus Lambang segera turun ke Desa Pelanjau Jaya, khususnya di wilayah Leapadang, untuk mempertanggungjawabkan dan menjelaskan duduk perkara yang sedang terjadi. Masyarakat hanya ingin mendapatkan kejelasan dan penyelesaian yang adil,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat.

Warga menegaskan bahwa aksi pemasangan spanduk dilakukan secara damai dan bertujuan untuk menarik perhatian pihak perusahaan agar bersedia membuka ruang dialog secara langsung dengan masyarakat yang merasa dirugikan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Budidaya Agro Lestari (BAL) maupun nama-nama yang tercantum dalam spanduk tersebut belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan masyarakat Desa Pelanjau Jaya.

Masyarakat berharap persoalan sengketa lahan yang telah berlangsung cukup lama dapat segera diselesaikan melalui dialog terbuka, transparan, dan berkeadilan, sehingga tidak menimbulkan konflik berkepanjangan di tengah masyarakat maupun dunia usaha di Kabupaten Ketapang. Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.