Nama-Nama Petinggi Perusahaan Dipasang di Spanduk ‘Dicari’, Warga Minta Dialog Terbuka Soal Konflik Lahan

oleh -56 Dilihat
oleh

MBN//Ketapang//Kalbar– Aksi unik sekaligus menarik perhatian terjadi di Desa Pelanjau Jaya, Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang. Sejumlah warga memasang spanduk berukuran besar bertuliskan “DICARI” yang memuat nama Yustinus Lambang Setyo Putro, Lisnawati, Farid, dan Ondra Utama.

Spanduk tersebut dipasang di kawasan perkebunan kelapa sawit yang selama ini menjadi bagian dari wilayah yang diklaim masyarakat sebagai tanah atau lahan yang masih menyisakan persoalan dengan perusahaan.

Berdasarkan penelusuran media, nama-nama yang tercantum dalam spanduk tersebut diketahui merupakan pihak-pihak yang disebut masyarakat memiliki posisi penting di PT Budidaya Agro Lestari (PT BAL) dan PT Sandika Nata Palma (PT SNP), perusahaan yang berada dalam jaringan usaha Minamas Group.

Menurut warga, pemasangan spanduk tersebut merupakan bentuk aspirasi sekaligus undangan terbuka kepada para petinggi perusahaan agar bersedia hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan penjelasan mengenai berbagai persoalan yang selama ini dipersoalkan warga.

Salah seorang warga mengatakan bahwa selama bertahun-tahun mereka mendengar nama Yustinus Lambang Setyo Putro sebagai pimpinan perusahaan, namun belum pernah sekalipun bertatap muka secara langsung.

“Kami hanya ingin mengenal dan bertemu langsung. Selama ini kami hanya mendengar namanya saja. Padahal perusahaan beroperasi di wilayah kami sejak lama. Kami merasa wajar jika masyarakat ingin mengetahui siapa sebenarnya yang memimpin perusahaan yang mengelola lahan di daerah ini,” ujarnya.

Menurut warga, konflik lahan yang mereka rasakan tidak akan mudah diselesaikan apabila komunikasi hanya dilakukan melalui pihak-pihak tertentu di lapangan tanpa kehadiran pengambil keputusan utama.

Masyarakat berharap para pimpinan perusahaan dapat melihat langsung kondisi di lapangan, mendengarkan keluhan warga, serta membuka ruang dialog yang lebih terbuka dan transparan.

“Kami berharap mereka datang ke Pelanjau Jaya. Kalau memang ingin mencari solusi terbaik, mari duduk bersama masyarakat. Dengarkan apa yang menjadi keluhan dan tuntutan masyarakat pemegang alas hak,” kata warga lainnya.

Selain meminta kehadiran para petinggi perusahaan, masyarakat juga berharap pihak-pihak yang memiliki keterkaitan kepemilikan maupun pengendalian perusahaan turut mengambil peran aktif dalam mendorong penyelesaian persoalan yang terjadi.

Bagi warga, penyelesaian konflik yang berlarut-larut hanya akan menimbulkan ketidakpastian bagi semua pihak. Karena itu mereka berharap adanya langkah nyata berupa komunikasi langsung antara manajemen perusahaan dan masyarakat.

Aksi pemasangan spanduk tersebut berlangsung dalam suasana tertib dan damai. Warga menegaskan bahwa tujuan mereka bukan untuk menciptakan konflik baru, melainkan mengundang para pihak yang memiliki kewenangan agar bersedia hadir dan berdialog secara langsung.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Budidaya Agro Lestari (PT BAL), PT Sandika Nata Palma (PT SNP), maupun nama-nama yang tercantum dalam spanduk tersebut terkait aspirasi yang disampaikan masyarakat.

Media ini menjunjung tinggi prinsip keberimbangan dan profesionalisme jurnalistik. Oleh karena itu, media membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada Yustinus Lambang Setyo Putro, Lisnawati, Farid, Ondra Utama, PT Budidaya Agro Lestari (PT BAL), PT Sandika Nata Palma (PT SNP), maupun pihak-pihak terkait lainnya apabila ingin memberikan penjelasan, tanggapan, atau klarifikasi atas informasi yang dimuat dalam pemberitaan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.