

Acara yang mengangkat tema “Kalteng Berkah, Kalteng Maju, Kalteng Sejahtera” ini menghadirkan suasana penuh kekayaan budaya Nusantara, khususnya adat Dayak, dengan penampilan pakaian tradisional, tarian, serta simbol-simbol adat yang kental.
Seminar internasional ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah, organisasi masyarakat adat, serta tamu dari beberapa negara sahabat. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya kerja sama lintas batas untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat adat di era modern, sekaligus melestarikan warisan budaya leluhur.
Dalam sambutannya, para tokoh adat menekankan bahwa forum ini bukan hanya sekadar seremoni budaya, tetapi juga wadah strategis untuk memperkuat posisi masyarakat adat dalam pembangunan, menjaga kelestarian hutan dan tanah ulayat, serta mewariskan nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi mendatang.
Sejumlah agenda penting yang dibahas dalam seminar ini meliputi ; Perlindungan hak masyarakat adat di tingkat lokal, nasional, dan internasional, Upaya pelestarian lingkungan dan hutan adat.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, acara dilanjutkan dengan jamuan makan malam di Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, yang turut dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat dan organisasi, termasuk Pengurus DPD Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Kalbar. Kehadiran ARUN Kalbar menunjukkan komitmen bersama dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat adat lintas provinsi dan memperkuat solidaritas kebangsaan.
Acara berlangsung meriah dengan kehangatan persaudaraan antar-etnis dan lintas negara. Para peserta berharap agar momentum The Great Borneo’s Assembly ini menjadi pijakan kokoh dalam memperjuangkan masa depan masyarakat adat yang lebih bermartabat dan sejahtera.

