Ritual Kaharingan Dayak Ma’anyan Jaga Harmoni Alam

oleh -20 Dilihat
oleh

MBN//Barito Selatan//Kalimantan Tengah – Mediakompas. Id.Warga Desa Ngurit, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, menggelar ritual adat Hindu Kaharingan khas Suku Dayak Ma’anyan pada Sabtu, 11 Juli 2026. Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini menjadi wujud penghormatan kepada leluhur sekaligus ungkapan syukur dan doa demi menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Upacara adat yang berlangsung di RT 02 Desa Ngurit tersebut dipimpin oleh tokoh adat Hindu Kaharingan, Resto, dan diikuti masyarakat dengan penuh kekhidmatan.

Suasana kebersamaan dan semangat kekeluargaan tampak mewarnai seluruh rangkaian prosesi yang turut dihadiri tokoh masyarakat Sowito, Juanto R., serta Humas PT Parwata Rimba, Teras Rariu.

Prosesi ritual berpusat pada pemberian sesaji sebagai simbol penghormatan kepada leluhur dan kekuatan alam yang diyakini menjaga keseimbangan kehidupan. Masyarakat memanjatkan doa agar diberikan keselamatan, kesehatan, dan perlindungan dari segala mara bahaya saat menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama dalam mengelola lahan pertanian dan perkebunan.

Salah seorang tokoh masyarakat, Harmito, menjelaskan bahwa ritual adat tersebut merupakan warisan leluhur yang terus dijaga oleh masyarakat Dayak Ma’anyan hingga saat ini.

“Tradisi ini sudah dilaksanakan secara turun-temurun dan rutin digelar satu kali setiap tahun. Biasanya dilakukan menjelang musim berladang atau setelah seluruh panen padi selesai.

Tujuannya memohon perlindungan agar masyarakat terhindar dari gangguan kekuatan alam maupun roh jahat saat beraktivitas dan mengelola lahan pertanian,” ujar Harmito kepada awak media, Sabtu (11/7/2026).

Selain memiliki nilai spiritual, ritual adat Kaharingan juga menjadi sarana mempererat persatuan masyarakat serta melestarikan budaya dan kearifan lokal yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Masyarakat Desa Ngurit berharap tradisi tersebut tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya Dayak Ma’anyan di Kalimantan Tengah, sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan nilai-nilai adat yang hidup di tengah masyarakat.

Penulis: Usupriyadi/Tim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.