PESERTA KKN-T GENTASKIN MANFAATKAN LAHAN KOSONG UNTUK MEMBANGUN KEBUN GIZI, TUMBUHKAN KESADARAN GIZI ANAK SEJAK DINI

oleh -27 Dilihat
oleh

MBN//NTT– Mahasiswa Berdampak Kuliah Kerja Nyata-Tematik (KKN-T) Gerakan NTT Tuntas Stunting dan Kemiskinan Ekstrem (GENTASKIN) Batch II Tahun 2026 membangun kebun gizi anak berlokasi strategis di Sekolah Dasar Pohon Bao, Kelurahan Pohon Bao, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (17/07/2026).

Pembukaan kebun gizi ini merupakan salah satu bagian dari program kerja utama peserta KKN-T GENTASKIN Kelurahan Pohon Bao, yaitu tuntas stunting dan kemiskinan ekstrem. Pemilihan lokasi ini merupakan atas kesepakatan kerja sama dengan pihak kelurahan dan pihak sekolah setempat, bahwa perawatan dan konsumsi akhir kebun gizi dilaksanakan oleh pihak sekolah, sedangkan pihak kelurahan bertugas memantau kelangsungan pemanfaatannya secara terus-menerus.

Kegiatan ini dilaksanakan karena adanya masalah terkait gizi buruk, seperti berat badan kurang dan kebutuhan gizi yang tidak seimbang. Itu terlihat dari kondisi fisik anak yang terjadi di Kelurahan Pohon Bao serta minimnya kesadaran gizi anak di lingkungan sekolah dasar. Pembangunan lahan ini menjadi langkah strategis, solusi sekaligus mengedukasi siswa-siswi, masyarakat, dan tenaga pendidik tentang pemanfaatan potensi lokal yang mengandung nilai gizi tinggi.

Kolaborasi membangun kebun gizi dinilai cukup lengkap dari peserta KKN-T GENTASKIN. Divisi Pertanian dan Peternakan konsepkan cara menanam, perawatan, dan meracik pupuk organik serta pupuk cair dengan memanfaatkan limbah rumah tangga, seperti kulit buah, buah busuk, daun kering, daun hijau (lamtoro), kotoran ternak, abu dapur, dan …. Sedangkan Divisi Kesehatan dan Gizi merekomendasikan bibit unggulan seperti pakcoy dan bayam, dan bagian Divisi Ekonomi mengedukasi tentang pemanfaatan nilai ekonomis yang terdapat pada kebun gizi.

Dalam wawancaranya, Ibu Cherly Meity Mawakere, S.Pd., Gr., menyampaikan terima kasih kepada peserta KKN-T GENTASKIN.

“Terima kasih sudah membangun kebun gizi di sini, selain sebagai sumber gizi bagi anak sekolah, diharapkan pengadaan kebun gizi dapat membangun kesadaran anak tentang pemanfaatan potensi lokal dan sekaligus belajar cara merawat dan keberlangsungannya,” cetusnya.

Harapannya, pembukaan kebun gizi ini dapat menjadi salah satu upaya pencegahan gizi buruk sejak dini pada anak sekolah dasar, dan berlangsung dalam jangka waktu yang panjang, “Tutup Cherly.”

Penulis: Ignasius Parlo Ngantut
Program Studi Akuntansi, Universitas Flores

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.