Palas Benu’a: Tradisi Masyarakat Asli Dayak Ketapang Memohon Turunnya Hujan

oleh -10 Dilihat
oleh

MBN//Ketapang//Kalbar – Di tengah kemarau panjang yang melanda Kabupaten Ketapang, sebuah tradisi masyarakat asli Dayak kembali digelar di Desa Pelanjau Jaya. Tradisi tersebut dikenal dengan sebutan Palas Benu’a, sebuah ritual adat yang dilakukan sebagai bentuk permohonan kepada Tuhan agar hujan segera turun dan memberikan kesuburan bagi tanah serta kehidupan masyarakat.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Pak Mukib dan Ibu Sekisun, yang merupakan masyarakat asli di wilayah tersebut. Mereka mengajak masyarakat untuk berkumpul dan bersama-sama melaksanakan tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan dan kearifan lokal masyarakat Dayak Ketapang.

Suasana pelaksanaan Palas Benu’a berlangsung penuh kebersamaan. Masyarakat dari berbagai kalangan hadir dan berkumpul di lokasi kegiatan. Di tengah kondisi alam yang semakin kering akibat kemarau panjang, tradisi tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali mengingat hubungan manusia dengan alam dan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan.

Bagi masyarakat yang menjalankan tradisi ini, Palas Benu’a bukan sekadar sebuah ritual, tetapi juga bagian dari warisan leluhur yang mengandung nilai kebersamaan, penghormatan terhadap alam, serta harapan akan datangnya hujan.

Kemarau yang cukup panjang membuat masyarakat semakin merasakan dampaknya. Tanah mulai mengering, sumber air berkurang, dan aktivitas masyarakat yang bergantung pada kondisi alam turut terdampak.

Di tengah kerinduan terhadap turunnya hujan, masyarakat Desa Pelanjau Jaya pun berkumpul. Mereka membawa satu harapan yang sama: semoga langit kembali menurunkan hujan, tanah kembali basah, tanaman kembali tumbuh, dan kehidupan masyarakat kembali berjalan dengan baik.

Palas Benu’a sekaligus menjadi pengingat bahwa di tengah perkembangan zaman, kearifan lokal dan tradisi leluhur masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat. Tradisi tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, mempererat persaudaraan, sekaligus menyampaikan harapan di tengah ujian alam yang sedang dihadapi.

Dari Desa Pelanjau Jaya, masyarakat menitipkan sebuah harapan sederhana: semoga hujan segera turun membasahi bumi Ketapang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.