MBN//ENDE//NTT_Memperingati Hari Buruh Internasional (May Day), Front Mahasiswa Nasional (FMN) Badan Persiapan Cabang (BPC) Ende melakukan aksi nyata yang memadukan pengabdian lapangan dan diskusi kritis. Dengan tajuk ‘Ada Bersama Buruh’, rangkaian kegiatan dimulai pada Jumat (1/5/2026) di Pasar Mbongawani, di mana para mahasiswa membantu para pedagang menjual hasil bumi seperti sayur dan markisa. Aksi ini menjadi simbol solidaritas terhadap pekerja informal yang sering kali luput dari skema perlindungan tenaga kerja formal, sekaligus memotret langsung tantangan ekonomi masyarakat di Ende.
Kegiatan berlanjut pada malam hari melalui diskusi publik di Aula Prodi Sastra Inggris Universitas Flores. Dalam forum tersebut, Ketua BEM Universitas Flores menegaskan bahwa 1 Mei adalah momentum refleksi atas perjuangan melawan eksploitasi. “Hari ini kita tidak merayakan, tetapi memperingati. Kita mengingat kembali sejarah perjuangan buruh yang menghadapi jam kerja tidak manusiawi dan upah yang tidak layak,” tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa persoalan sistem kontrak dan perlindungan tenaga kerja masih menjadi isu krusial yang harus dikawal oleh mahasiswa hingga saat ini.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator FMN BPC Ende, Geronsianus Darman, melontarkan kritik tajam terhadap kecenderungan mahasiswa di era Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dinilai semakin pragmatis. “Mahasiswa hari ini cenderung terjebak dalam orientasi akademik semata. Padahal, organisasi ekstra kampus merupakan ruang praksis untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat,” ujar Geronsianus. Ia menilai implementasi MBKM di banyak kampus masih sebatas perubahan administratif kurikulum tanpa menyentuh substansi pendidikan yang lebih luas.
Melalui perpaduan aksi pasar dan diskusi ilmiah ini, FMN BPC Ende berupaya mendorong kaum intelektual muda agar tidak hanya berhenti pada wacana atau retorika. Mahasiswa didesak untuk terlibat langsung dalam memperjuangkan kepentingan rakyat, khususnya kaum buruh. Diskusi yang berlangsung hingga malam hari tersebut diharapkan mampu memperkuat kembali peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang memiliki keberpihakan jelas di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.
Penulis: Ambrosius Sipan
Editor
Teridius Balang




