Kreatif Mahasiswa KKN Universitas Flores Ubah Biji Mente Jadi Selai Kacang Bernilai Jual

oleh -76 Dilihat
oleh

MBN//NTT-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Flores Ende melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pelatihan pengolahan biji jambu mente menjadi selai kacang metena bagi masyarakat Dusun Nabe III, Desa Nabe, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende, pada Rabu (12/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dusun Nabe III, ibu PKK, ibu-ibu Dasa Wisma, serta masyarakat Dusun Nabe III. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal sebagai salah satu upaya meningkatkan ekonomi keluarga dan mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dalam sambutannya, Kepala Dusun Nabe III menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu yang telah hadir dan mengikuti kegiatan pelatihan. Ia juga mengajak masyarakat untuk menyimak materi yang disampaikan mahasiswa KKN sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dan dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan mengikuti kegiatan ini, kami berharap ibu-ibu dapat memperoleh pengetahuan baru yang nantinya bisa dikembangkan menjadi usaha untuk membantu meningkatkan ekonomi keluarga,” ujarnya.

Salah satu mahasiswa KKN kemudian menyampaikan materi mengenai peningkatan ekonomi keluarga dan pengembangan UMKM melalui pemanfaatan potensi lokal. Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa biji jambu mente merupakan salah satu potensi lokal yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

Menurutnya, pengolahan selai mente relatif sederhana karena dapat dibuat dengan menggunakan bahan dasar seperti biji jambu mente, kurma, dan minyak goreng. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat Desa Nabe.

Selain memberikan pengetahuan mengenai proses pengolahan, mahasiswa KKN juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan teknologi secara positif, khususnya media sosial. Produk olahan masyarakat dapat dipromosikan melalui media sosial sehingga memiliki peluang untuk dikenal dan dipasarkan tidak hanya di Desa Nabe, tetapi juga ke berbagai wilayah di Kabupaten Ende.

“Pemanfaatan potensi lokal sangat penting untuk meningkatkan ekonomi keluarga dan UMKM. Masyarakat yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani perlu didorong agar tidak hanya menjual hasil pertanian dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” jelas mahasiswa KKN dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam mendorong masyarakat agar lebih mandiri dalam mengelola potensi yang tersedia di lingkungan mereka. Selama ini, sebagian masyarakat masih menjual hasil komoditas kepada tengkulak dengan harga yang tidak selalu stabil. Dengan adanya pengolahan dan inovasi produk, masyarakat diharapkan dapat memperoleh nilai tambah dari hasil pertanian yang mereka miliki.

Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa KKN Universitas Flores berharap masyarakat Desa Nabe, khususnya Dusun Nabe III, dapat mengembangkan keterampilan pengolahan biji jambu mete menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Selain meningkatkan kreativitas masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan UMKM berbasis potensi lokal serta membantu meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi keluarga.

Penulis: Ambrosius Sipan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.