JANGAN BIARKAN PERHATIAN MASYARAKAT TERALIH, TETAPLAH KRITIS TERHADAP PERSOALAN BANGSA

oleh -75 Dilihat
oleh

 

Oleh: Teridius Balang
Mahasiswa Fakultas Hukum dan Sosial Humaniora, Universitas Flores.

MBN//NTT_Di tengah ramainya pemberitaan mengenai sidang ijazah Presiden Joko Widodo dan isu pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, masyarakat perlu tetap berpikir jernih dan rasional. Jangan sampai kita hanya mengikuti isu yang sedang viral, tetapi melupakan persoalan lain yang jauh lebih penting bagi kepentingan rakyat.

Menurut pandangan saya, munculnya berbagai isu politik yang ramai diperbincangkan saat ini perlu disikapi secara hati-hati. Kita tidak boleh menutup mata terhadap kemungkinan bahwa banyaknya pemberitaan mengenai satu persoalan dapat menggeser perhatian masyarakat dari persoalan lainnya. Hal ini patut menjadi bahan renungan bersama.

Sementara masyarakat ramai membicarakan persoalan ijazah dan pemakzulan, masih ada sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian serius. Mulai dari kritik terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemberitaan mengenai dugaan keracunan makanan, transparansi penggunaan anggaran negara, persoalan korupsi, hingga polemik dugaan demonstrasi berbayar di Bundaran HI.

Semua persoalan tersebut tidak boleh dilupakan begitu saja. Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang jelas dan terbuka. Setiap kebijakan pemerintah harus bisa diawasi, setiap penggunaan uang negara harus bisa dipertanggungjawabkan, dan setiap dugaan penyimpangan harus ditangani sesuai hukum yang berlaku.

Saya ingin mengajak masyarakat untuk melihat persoalan ini secara lebih luas. Jangan sampai karena terlalu sibuk mengikuti berita yang sedang viral, kita justru lupa mempertanyakan bagaimana perkembangan persoalan MBG, bagaimana penanganan laporan dugaan keracunan, bagaimana pengawasan anggaran negara, dan bagaimana perkembangan penanganan kasus-kasus korupsi.

Kita juga perlu bertanya secara kritis: apakah perhatian masyarakat saat ini sudah terbagi secara seimbang? Apakah persoalan yang menyangkut kepentingan rakyat masih mendapatkan ruang pemberitaan yang cukup? Pertanyaan ini bukan tuduhan kepada siapa pun, melainkan bentuk kepedulian terhadap kehidupan demokrasi dan masa depan bangsa.

Saya tidak mengatakan bahwa semua isu yang muncul merupakan bagian dari sebuah skenario. Namun, masyarakat harus tetap waspada agar tidak mudah terbawa arus pemberitaan. Jangan sampai berbagai perdebatan politik membuat ruang kritik terhadap kebijakan pemerintah semakin kecil atau membuat persoalan utama bangsa kehilangan perhatian.

Perlu dipahami bahwa mengkritik pemerintah bukan berarti membenci pemerintah. Kritik merupakan hak masyarakat dalam negara demokrasi. Pemerintah tidak hanya membutuhkan dukungan, tetapi juga membutuhkan pengawasan dan masukan dari masyarakat agar setiap kebijakan benar-benar berjalan sesuai kepentingan rakyat.

Sebagai mahasiswa Fakultas Hukum dan Sosial Humaniora, saya berpandangan bahwa masyarakat harus membiasakan diri melihat setiap persoalan berdasarkan fakta, bukan sekadar popularitas sebuah berita. Jangan mudah percaya, jangan mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, tetapi jangan pula berhenti mengawasi persoalan yang menyangkut kepentingan umum.

Kita harus tetap memberikan perhatian terhadap persoalan korupsi, keselamatan anak-anak dalam program MBG, transparansi anggaran, serta berbagai persoalan sosial dan politik lainnya. Jangan sampai persoalan tersebut tenggelam hanya karena munculnya berita baru yang lebih ramai dibicarakan.

Sebagaimana nilai moral yang sejalan dengan pemikiran Prof. Sahetapy, Meskipun kebohongan itu lari secepat kilat suatu waktu kebenaran akan mengalahkannya. Kebenaran tidak seharusnya dikalahkan oleh kepentingan, dan kekuasaan tidak boleh menjadi alasan untuk menghindari kritik.

Pada akhirnya, saya mengajak seluruh masyarakat untuk tetap berpikir rasional, menjaga sikap kritis, dan tidak mudah terpengaruh oleh kegaduhan politik maupun pemberitaan media.

Jangan hanya melihat apa yang sedang viral, tetapi lihatlah apa yang sedang terjadi dan apa yang belum diselesaikan. Jangan sampai kita terlalu sibuk memperdebatkan satu persoalan, sementara persoalan lain yang menyangkut kepentingan rakyat justru terlupakan.

Sebab bangsa ini tidak hanya membutuhkan masyarakat yang pandai mengikuti berita, tetapi juga masyarakat yang berani berpikir, kritis dalam menilai, dan peduli terhadap masa depan bangsanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.