MBN / SEKADAU, Polda Kalbar – Kemarau panjang mulai menyulitkan warga di Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau. Sejumlah sumber air yang selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mengering, membuat sekitar 300 kepala keluarga (KK) membutuhkan pasokan air bersih.
Polres Sekadau merespons kondisi tersebut dengan menyalurkan 18.000 liter air bersih kepada warga Dusun Boti, Desa Boti dan Dusun Selintah, Desa Rawak Hulu, Jumat (14/8/2026).
Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasat Samapta IPTU Insan Malau mengatakan, warga Dusun Boti mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih sejak Juli 2026. Sebelumnya, warga mengandalkan air sungai, sumur gali hingga sumur bor untuk kebutuhan sehari-hari.
“Karena kemarau berkepanjangan, sumber-sumber air yang selama ini digunakan warga mulai mengering. Untuk Dusun Boti kami salurkan 6.000 liter air bersih,” kata IPTU Malau dalam keterangannya, Sabtu (15/8).
Kondisi serupa juga dirasakan warga Dusun Selintah, Desa Rawak Hulu. Warga di wilayah tersebut selama ini mengandalkan air hujan. Namun, ketika kemarau berlangsung, mereka terpaksa membeli air galon untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena jaringan PDAM belum menjangkau wilayah tersebut.
Informasi mengenai kondisi warga Dusun Boti sebelumnya disampaikan kepada Camat Sekadau Hulu dan kemudian diteruskan kepada Kapolres Sekadau. Setelah penyaluran di Desa Boti, permintaan bantuan juga datang dari Kepala Desa Rawak Hulu Sabli untuk warga Dusun Selintah.
“Untuk Dusun Selintah, Desa Rawak Hulu kami salurkan 12.000 liter air bersih. Jadi total yang kami distribusikan sebanyak 18.000 liter untuk dua wilayah tersebut,” ujar IPTU Malau.
Air bersih diangkut menggunakan mobil AWC Sat Samapta Polres Sekadau. Personel Polres Sekadau, Polsek Sekadau Hulu dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sekadau turut membantu warga mengisi air ke berbagai wadah yang mereka bawa, mulai dari jeriken hingga galon.
Bantuan tak berhenti setelah air dibagikan. Dalam perjalanan kembali ke Mako Polres Sekadau, mobil AWC juga digunakan untuk menyiram ruas jalan yang kering dan berdebu, mulai dari Jembatan Rawak Hulu hingga Dusun Lamau.
“Penyiraman jalan dilakukan karena kondisi cuaca panas dan jalan yang kering membuat debu beterbangan. Diharapkan hal ini dapat mengurangi debu yang mengganggu masyarakat saat melintas di sepanjang jalur tersebut,” kata IPTU Malau.


