MBN I JAKARTA – Mantan Anggota DPD RI periode 2014–2024, Dr. Fachrul Razi, menilai Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memiliki peluang besar untuk menjadi mendampingi Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mendatang. Menurutnya, AHY memiliki kombinasi karisma politik dan kekuatan personal yang kuat.
Dalam sebuah wawancara, Fachrul Razi menyoroti dinamika geopolitik global yang kian memanas, seperti konflik di Timur Tengah. Ia melihat situasi ini berpotensi memengaruhi persepsi publik dalam memilih pemimpin di masa depan.
Dalam diskusi tersebut, Dr. Fachrul Razi membahas Agus Harimurti Yudhoyono sebagai sosok muda yang dinilai karismatik dan memiliki peluang besar menjadi pendamping Prabowo Subianto pada Pilpres 2029, dengan menyoroti kekuatan personal, latar belakang militer, kemampuan mengelola Partai Demokrat, citra disiplin, serta penguasaan narasi digital yang dianggap mampu menarik generasi muda, di tengah perbandingan dengan figur lain yang dinilai kuat secara logistik namun belum memiliki daya tarik politik dan emosional sebesar AHY di ruang publik.
“Kalau misalkan gejolak global dan geopolitik ke depan semakin memanas, misalkan adanya perang Iran dan sebagainya, publik akan menilai, ‘Oh, kalau gitu biarkan wakil presidennya pernah memiliki pemgalaman di militer juga.’ Sehingga peluang AHY menjadi besar untuk mendampingi Prabowo ke depan,” ujar Fachrul Razi yang juga mantan ketua Komite I DPD RI 2019-2024
Lebih lanjut, Dr. Fachrul Razi menekankan pentingnya sosok wakil presiden yang tidak hanya menjadi “pelengkap”, melainkan figur komplementer yang berada dalam satu ritme kerja dengan Prabowo. Jika memilih AHY, Prabowo dinilai akan mendapatkan dua keuntungan sekaligus: kekuatan mesin partai politik—mengingat posisi AHY sebagai Ketua Umum partai—serta daya tarik (karisma) di kalangan pemilih muda.

“AHY terepresentasi, Gibran juga terepresentasi. Cuma perbedaannya pada kriterianya tadi. Kalau Kalau AHY, punya pengalaman dan personalnya bagus,” pungkas Fachrul Razi yang aktif sebagai dosen tamu politik di beberapa kampus di Jakarta.(;Red)





