Semarang kamis 01/1/2026 Dalam rangka menjaga melestarikan Seni budaya dan kuliner khas Semarang beberapa tokoh masyarakat Mijen bersama Team Rescue Lidik KRIMSUS RI bersatu mewujudkan taman Seni budaya dan kuliner di wilayah Kaligetas Mijen kota Semarang,
dalam peresmian dibukanya tempat ruang Seni budaya dan kuliner selain sebagai destinasi wisata juga bertujuan untuk memberi ruang,tempat diskusi para pecinta Seni budaya dan pelaku usaha umkm kuliner makanan khas daerah Mijen atau Semarang khususnya,

Hadir meresmikan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata melalui bp Sarosa S.Sn.,M.Hum. mewakili Walikota Semarang, di tengah-tengah sambutanya perwakilan dinas pemerintah bp Sarosa menyampaikan, atas nama pemerintah Semarang mengucapkan banyak Terima kasih atas partisipasi para Sepuh Masyarakat Pule Mijen serta Komunitas Budaya dan Kuliner yang mendirikan tempat destinasi senyaman ini, saya sangat bangga dan senang sekali warga Kali Pule masih ada yang peduli nguri-nguri (menjaga-red) Budaya dan Kuliner diderahnya sendiri “Mijen’ tempat ini sangat syahdu bahkan nyaman sekali padahal dahulu lokasi sini Rawa rimbun, ,
nanti kita kedepan bisa MoU dengan Pemerintah supaya cepat berkembang, ucapnya bangga dengan dibukanya tempat Seni budaya dan kuliner ini Selain untuk menjaga budaya resep lokal makanan khas daerah pelaku usaha umkm kuliner bisa mempromosikan untuk peningkatan ekonominya agar mereka berkembang seiring kemajuan kota Semarang, ucapnya bangga

Taman Seni Budaya dan Kuliner Pule Deling Mijen tepatnya di Kampung Pule RW 05 Mijen Semarang . tampak hadir beberapa tokoh Seni Budaya dan Bapak camat diwakilkan oleh ibu Hartini Secam Mijen karena beliau beralangan hadir. Serta didampingi kepala Desa Mijen Ibu Dyah Budi Yuniarti ,S, Sos,MM, sedangkan dari anggota DPRD Bp. Haji. Mualim,S.Pd.,MM.,MH.
Taman Seni Budaya Ini Digagas Oleh Bapak Ardianto (Penasihat Paguyuban) dan Bapak Junarto (Penanggung Jawab Paguyuban) didukung oleh tokoh Seni Budaya bersama Team Rescue Lidik Krimsus RI ( Lembaga Informasi Data Investigasi Korupsi dan Kriminal Khusus Republik Indonesia : Divisi – Lingkungan Hidup, Kemanusian dan kebencanaan -red) diketuai R. Sutrisno ( Steven)

selalu ketua paguyuban bp. Maryanto menyampaikan,Taman Seni budaya dan Kuliner ini dibangun dari Swadaya anggota dan beberapa bantuan CSR pengusaha daerah. tempat ini murni untuk meningkatkan kerukunan dan ekonomi anggota. setelah peresmian ini kita lakukan kegiatan meliputi belajar Seni Lukis,Seni Karawitan,Seni Tari semua kegiatan itu kita gratis’kan, ada juga kuliner yang pengelolaannya melibatkan anggota Paguyuban.kegiatan ini untuk mengangkat Budaya dan kuliner Lokal di daerah kapling Pule RW 05 Kelurahan Mijen Kecamatan Mijen khususnya. Ucapnya tegas
Bu Hartini ( Secam Mijen) dalam sambutanya menyampaikan, Ganyong,ini bapak – Ibu (sambil menunjukan umbi ganyong- red) Saya kemarin Sama Bu Lurah Mijen mencari makanan seperti ini sangat sulit,ini sangat menarik warga sini bisa mengangkat makanan lokal Polo Pendem dan minuman wedang sereh yang racikannya istimewa.ini perlu dan harus dikembangkan,lebih cepatnya melalui media sosial ucap Bu Hartini,

Dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bapak Haji Mualim,S.Pd.,M.M.,M.H., (anggota DPRD kota juga memberikan sambutan dan wacana, Saya sangat mendukung kegiatan positif apalagi ini mengangkat Seni Budaya dan Kuliner daerah kita sendiri, Segera kita legalkan, nanti koordinasi dengan pemangku wilayah yang kebetulan saat ini hadir Bu Lurah Mijen,,bu sekretaris Kecamatan (Sekcam) ,Bapak Dinas Budaya dan Pariwisata kota Semarang dan Tokoh-tokoh Budaya, pabila kedepan ada kegiatan dan event yang melibatkan Pemerintahan bisa kita Hubungi Bapak Junarto sebagai Fasilitator dan kebetulan menjabat Penanggung jawab paguyuban.ini,ucap Bapak Haji Mualim,S.Pd.,M.M.,M.H., (anggota DPRD kota pada sambutannya.
Kegiatan peresmian Taman Seni Budaya dan Kuliner Pule Mijen ditandai dengan pemotongan Tumpeng serta papan Peresmian yang dilakukan dan ditanda tangani oleh bp. Sarosa selalu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, pentas seni tari Topeng, Jaranan anak-anak dan pentas musik budaya lirik tembang tentang lingkungan hidup turut memeriahkan pemerismian Taman Seni Budaya dan Kuliner Pule Mijen.
(red- Steven)






