
Penyebabnya diduga supir mengantuk, kelelahan dan mabuk ombak akibat perjalanan kapal dari Semarang menuju pelabuhan Sukabangun Ketapang yang memakan waktu 48 jam, akibat cuaca buruk, gelombang gede
Berdasarkan keterangan saksi seorang buruh pelabuhan mengaku bernama Ujang menyampaikan, kejadian ini terjadi pada Selasa pagi (27/01/2026) sekitar jam 8.00 WIBA di kawasan pelabuhan Sukabangun Ketapang.

“Supir selamat, tapi barang bibit jagung dan padi milik Polres dalam truk habis semua. Mobil penyok kaca dan bemper bagian depan, mesinya juga ngejim,” ujar Ujang, Selasa (27/01’2026).
Ia menyampaikan, truk ini baru sampai ke Ketapang pagi hari ini mengunakan kapal milik ASDP itu. Perjalanan dari pelabuhan Tanjung Emas Semarang menuju pelabuhan Sukabangun Ketapang bermuatan bibit jagung dan padi.
“Kalau menurut supir, perjalanan dari Semarang sampai Ketapang hampir 48 jam. Cuaca buruk, gelombang besar. Bisanya kalau kondisi normal paling banter 32 jam sampai Ketapang dari Semarang,” katanya.
Akibat insiden ini, truk beserta muatan balik ke Semarang. Sebab kondisi muatan dianggap tidak layak. Menurut buruh, kerugian yang dialami pemilik barang ditaksir mencapai ratusan juta.
“Barang dalam truk balik ke Semarang. Kira-kira hampir Rp 300 juta nilainya barang muatan itu,” tandasnya.
Berdasar pantauan, truk fuso terguling tersebut di evakuasi memakai alat berat crane. Evakuasi berlangsung hampir 8 jam, dari pagi sampai kira – kira jam 17.00 wiba. Tim
