Ruwah Rosul Sedekah Bumi Desa Ngunut Tawangmangu

oleh -232 Dilihat
oleh

Kab. Karanganyar. .Sabtu Kliwon 7/2/26) – Ruah Rosul / Sedekah Bumi Pepunden merupakan tradisi turun-temurun yang masih dilestarikan oleh masyarakat Nusantara, di kawasan lereng gunung Lawu ( Mahendro Condrodimuko -red ) kecamatan Tawangmangu kabupaten Karanganyar tepatnya di desa Ngunut Lor, sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi leluhur serta rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas ketentraman lingkungan dan rezeki yang melimpah. Menggelar ritual pepunden di Punden Eyang Joyo

bp.Yono salah satu warga ngunut lor dari unsus Linmas menyampaikan, Ritual tahunan bersih desa di
Punden mbah Joyo atau lebih dikenal sebagai Sesepuh pendiri desa Ngunut Tawangmangu ini dilaksanakan rutin setiap tahun, konon cerita masyarakat turun temurun disekitar Tawangmangu mbah Joyo memiliki banyak hewan ternak kuda ( Sakral-red) yang mana kuda-kuda Piaraannya tersebut apabila bepergian jauh keluar desa atau dipinjam kerabatnya kuda tersebut akan pulang dengan sendirinya.tradisi Sedekah Bumi di desa Ngunut Tawangmangu atau lebih dikenal masyarakatnya sebagai Sedekah bumi atau bersih padukuhan dilaksanakan dengan doa bersama yang dihadiri oleh para pejabat pemerintahan stempat,tuturnya

Ket foto: jajaran polsek Tawangmangu dan Linmas menjaga kegiatan ) 

tampak hadir Komandan Koramil (Danramil) 08/Tawangmangu: Kapten Inf Mawit Hadi Wibowo , Kapolsek Tawangmangu AKP Eling Adi Utomo, S.H, bp. Camat Tawangmangu Eko Jati Wibowo, kepala kalurahan Tawangmangu Bp. Sukadi, Ketua Rukun Warga ( RW)06 desa ngunut lor Bp. Sugimin , ketua Rukun Tetangga (RT) 03 Bp. Basuki R. Ketua RT 04 Bp. Edy  dari unsus Linmas Bp. Yono. Serta para tokoh masyarakat

Tampak Pelaksanaan
Prosesi ritual Warga berkumpul membawa tenong atau besek berisi makanan, melakukan doa bersama yang dipimpin tokoh adat, dan makan bersama (kembul bujana).dengan
Tujuan: Memohon keselamatan, keberkahan para leluhur dan tolak bala untuk seluruh warga desa.
Kegiatan ini merupakan bentuk perpaduan antara kearifan lokal dan nilai spiritual yang masih dijaga di wilayah Tawangmangu, Karanganyar Gunung Lawu khususnya

( red- Ir. Noura SH)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.