Proyek Pembangunan Jalan Balai Karangan – Rasau Terancam Molor

oleh -52 Dilihat
oleh

MBN|| ​SANGGAU – Memasuki bulan ketiga masa pelaksanaan, proyek Pembangunan Jalan Lintas Balai Karangan – Rasau kini menjadi sorotan. Proyek strategis dengan nilai pagu fantastis sebesar Rp45.521.042.000 ini diduga mengalami deviasi progres negatif atau keterlambatan dari target yang telah ditentukan.

​Berdasarkan data yang dihimpun, proyek ini dikerjakan oleh PT. Sinar Teliyai di bawah naungan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dengan nomor kontrak HK-BPJN-12.8.2/040 tertanggal 29 Januari 2026. Namun, pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas alat berat dan mobilisasi material tidak berjalan maksimal sebagaimana mestinya pada tahap krusial awal tahun anggaran.

​Dugaan Ketidakmampuan Finansial

​Muncul dugaan kuat bahwa lambatnya progres fisik di lapangan disebabkan oleh ketidakmampuan finansial pihak penyedia jasa (kontraktor). Minimnya intensitas pekerjaan dalam 90 hari pertama ini dikhawatirkan akan berdampak pada kualitas akhir jalan serta kenyamanan mobilitas masyarakat perbatasan yang sangat bergantung pada akses jalan tersebut.

​”Seharusnya pada bulan ketiga, progres mobilisasi dan pekerjaan tanah sudah menunjukkan grafik yang signifikan. Jika ritme kerja tetap seperti ini, risiko kegagalan konstruksi atau putus kontrak di akhir tahun menjadi sangat besar,” ujar salah satu pengamat konstruksi lokal yang enggan disebutkan namanya.

​Desakan Evaluasi dari BPJN

​Pihak terkait kini mendesak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan jajaran BPJN untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja PT. Sinar Teliyai. Jika dugaan kegagalan finansial ini terbukti, sesuai dengan aturan pengadaan barang dan jasa pemerintah, pihak balai diharapkan segera menerbitkan Surat Peringatan (SP) atau melakukan langkah-langkah mitigasi agar anggaran negara tidak terserap tanpa hasil yang nyata (mangkrak).

​Hingga berita ini diturunkan, pihak perwakilan PT. Sinar Teliyai belum memberikan pernyataan resmi terkait kendala teknis maupun finansial yang dialami di lapangan. Masyarakat berharap pemerintah bertindak tegas agar pembangunan infrastruktur di wilayah Balai Karangan – Rasau ini dapat selesai tepat waktu dan tepat mutu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.