Polsek Genuk Kawal Hangat Perjalanan Spiritual Bhikkhu Thudong, Wujud Harmoni dan Toleransi di Kota Semarang

oleh -30 Dilihat
oleh

Semarang — Suasana penuh kedamaian dan kebersamaan mewarnai wilayah Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Minggu (24/5/2026), saat rombongan 16 Bhikkhu Thudong bersama 50 relawan tiba dalam rangka perjalanan spiritual Walk For Peace menyambut Hari Raya Waisak 2570 BE. Pengamanan dan penyambutan dilakukan secara humanis oleh jajaran Polsek Genuk bersama unsur lintas agama, tokoh masyarakat, hingga organisasi kepemudaan.

Kegiatan pengamanan jalur dan penyambutan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Genuk Kompol Rismanto, S.H., M.H., mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, di sepanjang Jalan Raya Kaligawe Km 7 perbatasan Demak–Semarang hingga Masjid Jami Al Falah Genuksari, Kecamatan Genuk. Kehadiran aparat kepolisian bertujuan memastikan seluruh rangkaian perjalanan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Rombongan Bhikkhu Thudong diketahui menjalani perjalanan spiritual bertajuk Walk For Peace dari Candi Sima, Donorojo, Jepara menuju Candi Sewu, Klaten. Perjalanan dimulai sejak Rabu, 20 Mei 2026, sebagai bagian dari rangkaian menyambut perayaan Waisak. Setelah bermalam di wilayah Demak pada Sabtu (23/5/2026), perjalanan dilanjutkan menuju Kota Semarang dengan tujuan akhir Vihara Mahabodhi.

Sekira pukul 10.57 WIB, rombongan memasuki wilayah Kecamatan Genuk melalui perbatasan Demak–Semarang. Kedatangan para Bhikkhu disambut hangat masyarakat dan dikawal personel Polsek Genuk bersama sekitar 100 santri Pagar Nusa Genuk serta tokoh masyarakat setempat. Iring-iringan kemudian berjalan kaki menuju Masjid Jami Al Falah Genuksari sebagai titik persinggahan.

Momen kebersamaan lintas agama tampak begitu kuat ketika rombongan Bhikkhu Thudong tiba di halaman Masjid Jami Al Falah sekitar pukul 11.30 WIB. Selain beristirahat dan makan siang, para Bhikkhu juga melaksanakan ramah tamah bersama Wali Kota Semarang, Forkompimcam Genuk, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen organisasi kemasyarakatan. Sedikitnya sekitar 250 orang hadir dalam kegiatan tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan di antaranya Wali Kota Semarang Dr. Wilujeng Agustina Pramestuti, S.S., M.M., Kabag Kesra Kota Semarang DR. Elly Asmara, S.STP., M.M., Camat Genuk Pranyoto, A.P., M.M., Danramil Genuk Mayor Inf. Rahmatulloh, unsur FKUB, Banser, Pagar Nusa, Muhammadiyah, LDII, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pengurus PKK Kecamatan Genuk.

Kapolsek Genuk Kompol Rismanto mengatakan pengamanan dilakukan sebagai bentuk pelayanan Polri dalam menjamin keamanan seluruh kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan dan perjalanan spiritual lintas daerah.

“Kami memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar. Kehadiran personel di lapangan juga sebagai bentuk dukungan terhadap semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kota Semarang,” ujarnya.

Sekira pukul 14.35 WIB, rombongan Bhikkhu Thudong kembali melanjutkan perjalanan menuju Vihara Mahabodhi Semarang dengan pengawalan personel Polrestabes Semarang, Polsek Genuk, dan Banser Genuk hingga perbatasan wilayah Gayamsari untuk selanjutnya dilakukan pengawalan estafet oleh jajaran Polsek Gayamsari.

Selanjutnya pada Senin, 25 Mei 2026, rangkaian perjalanan spiritual Walk For Peace dilanjutkan dari Vihara Mahabodhi Semarang dengan agenda makan pagi bersama. Bhikkhu Sangha kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah untuk kegiatan ramah tamah, sebelum singgah di Vihara Tanah Putih. Setelah beristirahat di Komplek Kodam IV/Diponegoro, rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju POS 6 di Vihara Gunung Kalong, Ungaran. Di lokasi tersebut, para Bhikkhu melaksanakan Puja Bhakti, Sharing Dhamma, serta beristirahat malam sebagai bagian dari rangkaian perjalanan menyambut Hari Raya Waisak 2570 BE.

Seluruh rangkaian kegiatan pengamanan dan penyambutan berjalan aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran aparat kepolisian bersama elemen masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran nyata kuatnya toleransi, sinergitas, serta semangat persaudaraan antarumat beragama di Kota Semarang.

( red – Wisnuadji/Steven)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.