Perayaan Doa Selamatan Hari Lahir ke-3 Cicit Generasi Ke-Enam Sultan Buton ke-29 Muhammad Idrus Kaimuddin Digelar Sederhana di Kediaman Kec. Marau Kab. Ketapang

oleh -57 Dilihat
oleh

MBN // Ketapang // Kalbar – Suasana penuh khidmat dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan doa selamatan hari lahir ke-3 La Ode Gavra Lael Elhanan, salah satu cicit generasi keenam dari garis keturunan Sultan Buton ke-29, Muhammad Idrus Kaimuddin, yang diselenggarakan secara sederhana di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Acara tersebut dihadiri keluarga besar serta warga sekitar sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas bertambahnya usia La Ode Gavra Lael Elhanan. Selain menjadi momen syukuran, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi serta mengenang nilai-nilai sejarah dan perjuangan para leluhur Kesultanan Buton.

‎Sultan Muhammad Idrus Kaimuddin merupakan Sultan Buton ke-29 yang memerintah sekitar tahun 1824–1851 M. Beliau dikenal sebagai pemimpin yang tidak hanya menjalankan pemerintahan, tetapi juga sebagai ulama, sufi, pujangga, dan cendekiawan yang memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, sastra, dan syiar Islam di Kesultanan Buton.

‎La Ode Gavra Lael Elhanan merupakan putra dari Bang Stiv La Ode, yang berasal dari Sulawesi dan kemudian menikah dengan perempuan asal Kec. Marau Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Dari pernikahan tersebut lahirlah generasi penerus yang kini tumbuh dan menetap di tanah Kalimantan.

‎Berdasarkan silsilah keluarga, garis keturunan La Ode Gavra Lael Elhanan berasal dari Sultan Muhammad Idrus Kaimuddin melalui putranya La Ode Hasani yang dikenal dengan gelar Hatibi Bula, seorang ulama besar Kesultanan Buton. Dari La Ode Hasani lahir La Ode Kampurese, yang dalam silsilah keluarga menyandang sebutan Yarotobea sebagai penanda garis keturunan keluarga Kesultanan Buton. Selanjutnya lahir La Ode Tandigala, yang dikenal sebagai sosok yang memiliki dedikasi besar terhadap dunia pendidikan dan dikenal dengan ketegasannya karena berhasil melahirkan para generasi-generasi emas.

La Ode Tandigala memiliki 12 orang anak, enam di antaranya telah wafat dan enam lainnya melanjutkan garis keturunan keluarga. Dari keturunan tersebut kemudian lahirlah seorang Cucu yang bernama “La Ode Gavra Lael Elhanan” sebagai generasi keenam dari garis keturunan Sultan Muhammad Idrus Kaimuddin yang kini lahir, tumbuh, dan menetap di Kalimantan Barat.

‎Keluarga berharap, melalui doa selamatan ini, La Ode Gavra Lael Elhanan senantiasa diberikan kesehatan, umur yang berkah, akhlak yang mulia, serta kelak mampu menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat. Mereka juga berharap nilai-nilai perjuangan, keilmuan, dan keteladanan para leluhur Kesultanan Buton dapat terus diwariskan kepada generasi penerus untuk di implementasikan ditanah kelahirannya meskipun kini tumbuh jauh dari tanah asal leluhurnya di Sulawesi. Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.