Orang Tua Calon Siswa Protes Dugaan Ketidakkonsistenan Penerapan Jalur Prestasi di SMP Negeri 1 Ketapang

oleh -67 Dilihat
oleh
Gambar Ilustrasi

MBN//Ketapang-Kalbar – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMP Negeri 1 Ketapang pada Jumat (3/7/2026) menuai protes dari salah seorang orang tua calon siswa. Protes tersebut muncul karena diduga terdapat perbedaan penerapan persyaratan pada jalur prestasi.

Berdasarkan keterangan orang tua calon siswa berinisial DP, anaknya yang bernama Aqila AK mendaftarkan diri melalui jalur prestasi pada Kamis (2/7/2026). Namun, pendaftaran tersebut ditolak karena dinyatakan belum memenuhi salah satu persyaratan, yakni harus melampirkan Sertifikat Prestasi Akademik atau Non Akademik sebagai syarat pendamping selain nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA).

DP mengaku mempertanyakan keputusan tersebut karena menurutnya nilai TKA anaknya mencapai 75. Ia juga menilai terdapat perbedaan perlakuan terhadap calon siswa lain berinisial AA yang sebelumnya mengikuti jalur domisili namun kemudian dapat diterima melalui jalur prestasi dengan menggunakan nilai TKA.

“Yang saya pertanyakan, apa bedanya dengan anak saya? Kenapa anak saya ditolak, sementara ada calon siswa lain yang bisa masuk jalur prestasi hanya menggunakan nilai TKA,” ujar DP kepada awak media.

Menurut DP, saat mempertanyakan hal tersebut kepada panitia, ia memperoleh penjelasan bahwa perubahan persyaratan terjadi pada siang hari setelah adanya arahan dari Dinas Pendidikan.

Namun demikian, DP mempertanyakan mengapa perubahan kebijakan tersebut tidak diumumkan secara terbuka kepada seluruh calon peserta didik dan orang tua sehingga anaknya memiliki kesempatan untuk menyesuaikan persyaratan atau kembali mendaftar.

Selain itu, DP juga menyoroti data kuota penerimaan siswa baru. Dari total kuota sebanyak 352 siswa, jalur domisili mendapat alokasi 50 persen atau 176 kursi. Hingga hari terakhir pendaftaran, menurut informasi yang diperolehnya, kuota jalur domisili baru terisi sekitar 172 siswa, sehingga masih terdapat sisa kuota pada saat itu namun info terakhir sudah terpenuhi.

Sementara itu, jalur prestasi memperoleh alokasi 25 persen atau 88 kursi. Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah peserta yang diterima pada jalur tersebut baru mencapai 67 siswa, sehingga kuota juga belum terpenuhi.

DP mempertanyakan alasan calon siswa yang berada pada peringkat terakhir jalur prestasi, yakni atas nama Adiva Ardiyanti, dapat diterima melalui jalur prestasi dengan menggunakan nilai TKA, sedangkan anaknya tidak memperoleh kesempatan yang sama.

Atas adanya keberatan tersebut, awak media telah melakukan upaya konfirmasi kepada panitia SPMB SMP Negeri 1 Ketapang guna memperoleh penjelasan resmi terkait mekanisme penerapan persyaratan serta dugaan adanya perubahan kebijakan pada hari pelaksanaan pendaftaran, namun pihak panitia tidak pernah membalas chat dari pihak media sampai hari selasa 7 juli 2026.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak panitia masih menunggu kesempatan untuk memberikan keterangan resmi. Media akan memuat penjelasan tersebut sebagai bentuk pemberitaan yang berimbang sesuai dengan prinsip jurnalistik. LD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.