MIWIT MAKAN BOBO PANGANTUHU LAWO BAWO: WARISAN ADAT DAYAK DUSUN YANG TERUS DIJAGA DI DESA KAYUMBAN

oleh -14 Dilihat
oleh

MBN / BARITO SELATAN — Tradisi adat masyarakat Dayak Dusun kembali menjadi perhatian dalam kegiatan peliputan di Desa Kayumban, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah.

Pada Selasa, 20 Oktober 2026 sekitar pukul 14.00 WIB, dilakukan wawancara eksklusif terkait ritual tradisional “Miwit Makan Bobo Pangantuhu Lawo Bawo”, sebuah tradisi yang masih dilestarikan oleh masyarakat adat Dayak Dusun di Desa Kayumban.

Dalam wawancara tersebut, Penghulu Adat Hindu Kaharingan Desa Kayumban, Pak Kecak, bersama Kepala Desa Kayumban, memaparkan sejumlah hal mengenai makna, filosofi, serta pelaksanaan ritual adat yang diwariskan secara turun-temurun tersebut.

Makna Ritual dan Warisan Leluhur

Menurut penjelasan tokoh adat, ritual Miwit Makan Bobo Pangantuhu Lawo Bawo tidak semata-mata dipandang sebagai sebuah kegiatan tradisional. Ritual tersebut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat adat dalam menjaga hubungan dengan warisan leluhur, sesama manusia, alam lingkungan, serta Sang Pencipta sesuai dengan nilai-nilai yang hidup dalam keyakinan Hindu Kaharingan.

Tradisi tersebut sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap adat dan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur kepada generasi berikutnya.

Pelaksanaan ritual adat juga menunjukkan bahwa masyarakat Dayak Dusun masih memiliki ruang kuat untuk mempertahankan identitas budaya di tengah perkembangan zaman dan arus modernisasi.

Penghulu Adat dan Pemerintah Desa Bersinergi

Keberlangsungan tradisi adat di Desa Kayumban tidak terlepas dari peran para tokoh adat dan pemerintah desa.

Penghulu Adat Hindu Kaharingan memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai adat dan memahami tata cara ritual yang diwariskan oleh leluhur. Sementara pemerintah desa memiliki peran dalam mendukung kehidupan masyarakat serta menjaga agar kekayaan budaya lokal tetap mendapat tempat di tengah pembangunan.

Sinergi antara Penghulu Adat Hindu Kaharingan Desa Kayumban dan Pemerintah Desa Kayumban menjadi salah satu contoh penting bahwa pembangunan masyarakat tidak harus menghilangkan identitas budaya yang telah tumbuh dan berkembang selama generations.

Jangan Sampai Tradisi Hilang Ditelan Zaman

Pelestarian tradisi seperti Miwit Makan Bobo Pangantuhu Lawo Bawo memiliki nilai penting bagi generasi muda.

Modernisasi tidak harus berarti meninggalkan adat dan budaya. Justru, perkembangan zaman dapat menjadi momentum bagi generasi muda untuk mengenal, mendokumentasikan, memahami, dan meneruskan warisan leluhur dengan tetap menghormati nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Karena itu, dokumentasi dan pemberitaan mengenai kegiatan adat masyarakat Dayak Dusun di wilayah pedalaman Barito Selatan menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Dari Kayumban untuk Barito Selatan

Desa Kayumban merupakan bagian dari Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, yang memiliki kekayaan sosial, adat, budaya, dan kearifan lokal yang patut mendapat perhatian.

Tradisi adat yang masih hidup di tengah masyarakat menjadi bagian penting dari identitas budaya daerah yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dari Kayumban, untuk Barito Selatan. Dari pedalaman, untuk Indonesia.

Peliput: Ramni Riyadi

Penulis: Usip Riyadi

Lokasi: Desa Kayumban, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah

Tanggal: 20 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.