Ketua DPD PSI Grobogan Sumarsono, Lakukan Studi Banding di Kebun Kopi Kab.Cianjur 

oleh -175 Dilihat
oleh

MBN || CIANJUR – Dalam rangka menyongsong program pemerintah dimana Kementerian Kehutanan akan banyak program yang didistribusikan ke warga dan Masyarakat Indonesia. Ketua DPD PSI Grobogan Sumarsono (Samson) lakukan Studi Banding di area perkebunan kopi Kabupaten Cianjur.

Cianjur menawarkan beberapa lokasi strategis untuk studi banding perkebunan kopi, mulai dari pusat pelatihan swadaya hingga kebun berbasis konservasi. Berikut adalah rekomendasi tempat untuk kegiatan studi banding atau edukasi kopi di Cianjur.

“Kunjungan kami ke kebun kopi di Cianjur ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan sebuah misi untuk menyerap ilmu langsung dari akarnya”,ungkap Sumarsono.

“Cianjur memiliki tradisi kopi yang sangat kuat, dan kami ingin melihat bagaimana para petani di sini mampu menjaga keseimbangan antara kualitas hasil panen dengan pelestarian ekosistem”. Pungkas Sumarsono.

Adapun program Kementerian Kehutanan (dan Perhutani) terkait kopi berfokus pada agroforestry kopi di dalam kawasan hutan untuk meningkatkan ekonomi petani sekaligus menjaga kelestarian hutan (coffee for earth). Program utama meliputi perhutanan sosial, pelatihan budidaya dan pascapanen (kualitas ekspor), serta kemitraan produktif (KKP) melalui PMO Kopi Nusantara.

Berikut adalah poin-poin penting program kehutanan untuk kopi:

Agroforestry Kopi (Kopi di Bawah Tegakan): Optimalisasi lahan hutan dengan menanam kopi di antara pohon hutan, yang membantu cadangan air dan penyerapan emisi.

Perhutanan Sosial & Kemitraan: Memberikan akses legal kepada petani kopi (LMDH/kelompok tani) untuk mengelola lahan Perhutani/hutan negara, seperti di wilayah Jember, Banyuwangi, Bondowoso, dan Jawa Barat.

Peningkatan Kapasitas & Kualitas: Pelatihan budidaya (pemilihan bibit, penanganan hama) dan pengolahan pascapanen agar kopi memenuhi standar specialty dan meningkatkan harga jual.

PMO Kopi Nusantara: Kemitraan terintegrasi (Perhutani, PTPN, swasta) menggunakan aplikasi Socioforest untuk transparansi dan pemasaran.

Coffee Learning Center: Pengembangan pusat pembelajaran kopi berbasis masyarakat.

Adapun tempat yang dikunjungi untuk studi banding diantaranya di Kecamatan Takokak. Kecamatan Takokak Kabupaten Cianjur merupakan salah satu wilayah potensial untuk budidaya kopi Arabika. Karang Taruna Cianjur pernah melakukan penanaman 2.500 bibit kopi Arabika di lahan seluas 2 hektar di wilayah ini sebagai bagian dari pengembangan potensi kopi lokal. Red@Ayk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.