KEKERINGAN MELANDA, 2 BULAN MASYARAKAT MARAU SUSAH MENDAPATKAN KEBUTUHAN AIR BERSIH

oleh -18 Dilihat
oleh

‎‎Masyarakat: Sumur Kering, Air Sungai Tercemar Oli Mesin dan Solar, Kebakaran Hutan dan Lahan Terjadi di Sejumlah Lokasi, Fasilitas Sumber Air Terbatas

MBN // Ketapang // Kalbar — Musim kemarau yang berlangsung lebih dari dua bulan mulai memberikan dampak serius bagi masyarakat di sejumlah wilayah. Kondisi kekeringan membuat masyarakat kesulitan mendapatkan kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

‎Di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, kondisi tersebut dilaporkan telah dirasakan masyarakat kurang lebih selama satu bulan terakhir. Sejumlah sumber air yang selama ini menjadi andalan warga mulai mengalami penurunan debit, bahkan beberapa sumur dilaporkan telah mengering.

‎Selain sumur yang mengering, masyarakat juga menghadapi persoalan lain berupa kondisi air sungai yang tidak lagi dapat dengan mudah dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.

‎Terbatasnya fasilitas sumber air bersih semakin memperberat kondisi masyarakat di tengah musim kemarau.
‎Ketua POM Marau, Heri Gunawan, menyampaikan bahwa kondisi kekeringan yang terjadi mulai dirasakan masyarakat secara nyata. Warga harus mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

‎“Musim kemarau sudah berlangsung cukup lama. Kondisi ini membuat masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih, terutama ketika sumur-sumur warga mulai kering,” ujar Heri.

‎Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait agar kebutuhan dasar masyarakat berupa air bersih dapat terpenuhi, khususnya apabila musim kemarau masih terus berlangsung.

‎Tidak hanya persoalan air bersih, musim kemarau juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

‎Salah satu masyarakat yang sehari-hari sebagai ibu rumah tangga dan berjualan minuman segar mengatakan bahwa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari harus menempuh jarak yang lumayan jauh sambil memikul beberapa ken bekas untuk dijadikan tempat menampung air.

‎”Setiap hari saya harus ke sungai membawa beberapa ken bekas minyak goreng yang digunakan sebagai wadah mengambil air di sungai untuk kebutuhan sehari-hari karena sumur dirumah telah mengering. Terkadang air sungai yang di ambil sudah bercampur oli mesin dan solar dari salah satu mesin penyedot pasir yang beroperasi dibeberapa titik disungai kami”

‎Masyarakat juga menyampaikan bahwa terpaksa tetap mengkonsumsi air yang sudah bercampur oli dan solar demi memenuhi kebutuhan Air Bersih setiap hari. Kedepannya semoga ada perhatian khusus dari pemerintah agar masyarakat bisa mendapatkan solusi kebutuhan Air Bersih dan tidak mengkonsumsi Air Sungai yang sudah tersebar.

‎Masyarakat berharap adanya langkah cepat dari pemerintah dan instansi terkait, seperti pendistribusian air bersih ke wilayah terdampak serta penyediaan fasilitas sumber air yang dapat digunakan warga selama musim kemarau.

‎Kondisi ini menjadi perhatian karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Jika kekeringan berlangsung lebih lama, dikhawatirkan dampaknya akan semakin meluas dan menyulitkan aktivitas masyarakat sehari-hari. LD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.