Karhutla Melanda Dusun Pentokal dan Nango, Tim Gabungan Lakukan Pemadaman

oleh -107 Dilihat
oleh

MBN / KETAPANG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di dua wilayah Dusun Pentokal dan Dusun Nango, Desa Petai Patah, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Agustus 2026. Penanganan dilakukan dengan melibatkan personel PT Serinding Sumber Makmur (PT SSM), kontraktor perusahaan, warga, serta tim Brimob yang diperbantukan di wilayah tersebut.

Berdasarkan laporan penanggulangan karhutla PT SSM, kebakaran pertama terjadi di Dusun Pentokal pada Jumat, 21 Agustus 2026. Lokasi kejadian berada pada titik koordinat X 451017 dan Y 9867430 dengan luas area terbakar mencapai sekitar 9,95 hektare.

Api mulai terdeteksi sekitar pukul 16.15 WIB dan berhasil dipadamkan pada pukul 23.00 WIB. Dalam penanganan tersebut, PT SSM mengerahkan empat personel, dibantu satu unit Water Truck beserta pengemudi dari PT JUS yang merupakan kontraktor PT SSM.

Laporan menyebutkan dugaan penyebab kebakaran di Dusun Pentokal berkaitan dengan kelalaian manusia, termasuk dugaan aktivitas pembakaran. Kondisi alam berupa suhu tinggi, angin kencang, dan lahan yang kering juga disebut menjadi faktor yang dapat memperbesar risiko penyebaran api.

Status lahan di lokasi kejadian disebut mencakup hutan lindung dan perkebunan kelapa sawit milik warga.

Sementara itu, kebakaran kembali terjadi di Dusun Nango pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Lokasi berada pada koordinat X 458779 dan Y 9869525 dengan luas area terbakar sekitar 0,46 hektare.

Kebakaran di Dusun Nango mulai terjadi sekitar pukul 13.15 WIB dan berhasil dipadamkan pada pukul 23.00 WIB. Penanganan dilakukan dengan mengerahkan empat personel PT SSM, empat personel Brimob yang berstatus BKO, serta satu unit Water Truck PT JUS.

Dalam laporan, dugaan penyebab kebakaran di Dusun Nango juga berkaitan dengan kelalaian manusia, termasuk pembukaan lahan dengan cara membakar. Faktor alam seperti suhu tinggi, angin kencang, dan kondisi lahan yang kering turut disebut dalam analisis kejadian.

Untuk pemadaman, tim menggunakan dua gulung selang pemadam (hose fire) sepanjang 60 meter dan satu nozzle. Setelah api berhasil dikendalikan, dilakukan pendinginan di sejumlah titik untuk mengantisipasi munculnya kembali api dari sumber panas yang masih tersisa.

Sejumlah titik api yang tidak dapat dijangkau selang pemadam kemudian dikoordinasikan dengan warga untuk dilakukan pemantauan dan pemadaman menggunakan mesin pompa punggung.

Kendala Pemadaman

Dalam proses penanganan, petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Di Dusun Pentokal, tidak tersedianya sumber air untuk pengisian Water Truck di sekitar lokasi kebakaran membuat proses penanganan berlangsung lebih lambat.

Akses menuju lokasi juga menjadi tantangan karena kendaraan harus melaju perlahan saat melewati permukiman warga. Selain itu, terdapat kabel listrik yang melintang dengan posisi rendah sehingga diperlukan pengawalan untuk memastikan kendaraan dapat melintas dengan aman.

Kendala serupa juga terjadi dalam penanganan kebakaran di Dusun Nango. Pengisian Water Truck di lokasi PT SSM tidak dapat dilakukan secara penuh hingga kapasitas 20.000 liter karena adanya jembatan Sungai Saraf yang dikhawatirkan tidak mampu menahan beban kendaraan sekitar 30 ton. Untuk mengurangi risiko, kendaraan hanya diisi sekitar 10.000 liter.

Pengisian kembali air juga membutuhkan waktu sekitar satu jam karena sumber air dari Sungai Pawan harus digunakan secara bergantian dengan warga.

Pemantauan dan Pencegahan

Setelah pemadaman, penanganan dilanjutkan dengan pendinginan dan patroli untuk memantau kemungkinan munculnya kembali titik asap.

Laporan juga merekomendasikan peningkatan sosialisasi mengenai larangan membakar lahan kepada masyarakat, yang dilakukan oleh Kapolsek beserta jajaran. Sosialisasi larangan membakar juga akan diberikan kepada seluruh karyawan PT SSM dan kontraktor perusahaan.

PT SSM menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanggulangan karhutla, termasuk Kapolsek Sandai, personel Brimob yang BKO di PT SSM, karyawan perusahaan, serta relawan masyarakat.

Penanganan karhutla tersebut menjadi bagian dari upaya mencegah meluasnya kebakaran sekaligus menjaga kawasan hutan, perkebunan, dan lahan masyarakat dari ancaman kebakaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.