Kadamangan Kahayan Hilir Gelar Ritual Adat Minta Hujan Sebagai Ikhtiar Cegah Karhutla

oleh -19 Dilihat
oleh
Damang Kepala Adat Idon Y. Riwut saat memberikan keterangan kepada awak media usai memimpin Prosesi Ritual Adat Meminta Hujan “Kahanjak Darung Bawan” di Halaman Kantor Kadamangan Kahayan Hilir, Pulang Pisau, Selasa 08 September 2026.

MBN/PULANG PISAU/KALTENG – Sebagai bentuk upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan, Kadamangan Kahayan Hilir bersama KPSHK menggelar kegiatan adat “Kahanjak Darung Bawan Kesiapsiagaan Kahayan Hilir Menghadapi Karhutla” berupa Ritual Adat Meminta Hujan.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 08 September 2026 pukul 08.00 WIB bertempat di Halaman Kantor Kadamangan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau.

Ritual adat ini merupakan tindak lanjut dari Surat Imbauan Majelis Adat Dayak Nasional atau MADN dan Dewan Adat Dayak Kalimantan Tengah tentang Penanggulangan Bencana Kekeringan dan Pencegahan Karhutla. Kegiatan ini juga bagian dari program “Pengelolaan Terpadu Ekosistem Hutan Gambut di Kecamatan Kahayan Hilir” yang diinisiasi oleh Project Rimba Collective melalui Inisiatif Kahayan Hilir.

Damang Kepala Adat Kahayan Hilir menjelaskan pelaksanaan ritual ini.
“Latar belakang kegiatan ini adalah adanya edaran dari Majelis Adat Dayak Nasional yang diteruskan oleh DAD Provinsi Kalimantan Tengah. Di dalam edaran tersebut ada poin yang mengimbau agar setiap elemen tokoh adat, termasuk Damang Kepala Adat, untuk menginisiasi upaya-upaya spiritual berupa ritual memohon diturunkan hujan,” ujarnya.

Ia menambahkan, ritual ini dilakukan sebagai ikhtiar spiritual di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di Pulang Pisau, khususnya di kawasan lahan gambut. “Ritual ini adalah dalam rangka kita memohon kepada Penguasa Pemilik Hujan agar bisa menurunkan hujan,” katanya.

Lebih lanjut, Damang menegaskan bahwa upaya spiritual melalui adat merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. “Kami selaku pemangku adat memiliki tugas untuk melestarikan adat dan budaya. Kami merasa ikut menginisiasi dan kegiatan ini, sehingga terlaksana kegiatan ini,” ujarnya.

Terkait pembakaran lahan, beliau juga memberikan penegasan. “Karena kita berada di wilayah lahan gambut, kami sepakat bahwa setiap kejadian kebakaran harus ditindak. Kondisi ini berbeda dengan peladang berpindah masyarakat tradisional,” tutupnya.

“Kegiatan ini bukan hanya ikhtiar spiritual, tetapi juga upaya nyata untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga ekosistem gambut dan mencegah Karhutla,” ujar perwakilan panitia.

Prosesi Ritual Adat Meminta Hujan yang dipimpin oleh perangkat Kadamangan Kahayan Hilir di Halaman Kantor Kadamangan Kahayan Hilir, Pulang Pisau

Tujuan utama ritual ini adalah melaksanakan ikhtiar adat melalui doa bersama meminta hujan sebagai upaya penanggulangan bencana kekeringan, serta memperkuat harmonisasi budaya dalam pencegahan Karhutla yang melibatkan masyarakat adat setempat.

Turut hadir dalam kegiatan ini sebanyak 29 peserta yang terdiri dari Penyelenggara Ritual Adat, Damang dan perangkatnya, LPHD dari 4 desa, Tim KPSHK, dan Awak Media untuk dokumentasi kegiatan.

Diharapkan melalui ritual ini, selain turun hujan, masyarakat juga semakin sadar akan pentingnya menjaga hutan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar. (ron)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.