Kabut Asap di Sekadau, Polisi Bersama Dinkes, DPKP Cek Posko Karhutla dan Alat Kesehatan

oleh -23 Dilihat
oleh

MBN / SEKADAU, Polda Kalbar – Kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Di tengah kondisi tersebut, Polres Sekadau bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sekadau mengecek kesiapan Posko Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kantor DPKP Kabupaten Sekadau, Jalan Merdeka Timur, Senin (31/8/2026).

Pengecekan dilakukan untuk memastikan fasilitas kesehatan dan perlengkapan pendukung di posko dalam kondisi siap digunakan, terutama bagi personel dan petugas yang terlibat dalam penanganan karhutla.

Kegiatan tersebut melibatkan Kabagops Polres Sekadau AKP Sugiyanto, Kasat Intelkam Polres Sekadau IPTU Arsoni Andana Sitio, Kapolsek Sekadau Hilir IPTU Agustam dan KBO Satintelkam Polres Sekadau IPDA Deni Siswanto. Mereka bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau Henry Alpius dan Kepala DPKP Kabupaten Sekadau Eko Sulistyo melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah fasilitas di posko.

Sejumlah perlengkapan diperiksa, mulai dari alat pelindung diri hingga fasilitas pendukung penanganan kondisi darurat. Di antaranya 20 masker untuk kegiatan pemadaman, 20 kacamata pelindung, satu unit oksigen portable, enam boks masker N95 yang masing-masing berisi 20 masker atau total 120 masker, satu unit fieldbed, satu unit ambulans dan satu tabung oksigen.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama, melalui Plt Kasi Humas Polres Sekadau IPDA Iwan Kurniawan mengatakan kesiapan perlengkapan tersebut menjadi penting di tengah kondisi kemarau dan kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah.

“Posko ini menjadi salah satu bagian penting dalam kesiapsiagaan penanganan karhutla. Karena itu, fasilitas kesehatan dan perlengkapan pendukung perlu dipastikan tersedia dan dalam kondisi siap digunakan,” kata IPDA Iwan.

Menurutnya, personel yang terlibat dalam penanganan karhutla berpotensi menghadapi kondisi panas, asap dan debu saat berada di lapangan. Karena itu, perlindungan terhadap kesehatan dan keselamatan petugas menjadi bagian yang perlu diperhatikan.

“Ketersediaan masker, kacamata pelindung, oksigen, fieldbed dan ambulans menjadi bagian dari dukungan keselamatan dan kesehatan bagi petugas di lapangan,” ujarnya.

Pengecekan tersebut sekaligus memperkuat koordinasi antara Polres Sekadau, Dinas Kesehatan dan DPKP Kabupaten Sekadau dalam menghadapi potensi karhutla. Kolaborasi diperlukan mulai dari kesiapan pemadaman hingga dukungan kesehatan bagi petugas maupun masyarakat yang terdampak asap.

Pada hari yang sama, lanjut IPDA Iwan, jajaran Polsek di wilayah hukum Polres Sekadau turut membagikan masker kepada masyarakat dan pengguna jalan di sejumlah kecamatan. Hingga kegiatan selesai, sebanyak 3.850 masker telah dibagikan oleh tujuh Polsek jajaran.

Pembagian masker dilakukan sebagai bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat di tengah kondisi udara yang kurang baik akibat asap dan debu. Personel juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, menjaga kesehatan, berhati-hati saat berkendara serta tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan.

IPDA Iwan menegaskan penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada kesiapan petugas dan peralatan, tetapi juga membutuhkan peran masyarakat dalam mencegah munculnya titik api.

“Penanganan karhutla membutuhkan kesiapsiagaan dan kerja sama semua pihak. Masyarakat juga memiliki peran penting dengan tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api,” pungkas IPDA Iwan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.