ISPA Meningkat Akibat Kabut Asap Karhutla, Dinkes Pulang Pisau Imbau Warga Pakai Masker dan Terapkan Pola Hidup Sehat

oleh -10 Dilihat
oleh

MBN | PULANG PISAU – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Pulang Pisau dalam beberapa pekan terakhir menimbulkan dampak serius bagi kehidupan masyarakat. Selain kerugian materil dan kerusakan lingkungan, kabut asap pekat juga berdampak langsung pada kesehatan warga.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pulang Pisau mencatat, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terus mengalami peningkatan signifikan akibat paparan kabut asap.Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau, dr. Ellyana, mengatakan pihaknya mencatat lonjakan pasien ISPA meningkat beberapa pekan terakhir

“Akhir-akhir ini kasus ISPA yang terjadi terus meningkat. Kami mengimbau agar warga terus menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah,” terang dr. Ellyana saat dikonfirmasi, Selasa (22/09/2026).

Menurutnya, dampak kabut asap tidak hanya memicu ISPA, namun juga sangat berbahaya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit kronis.

“Efek kesehatan tidak hanya menyebabkan ISPA, tapi juga berdampak pada kelompok yang berisiko dan ada efek jangka panjangnya jika terpapar terus-menerus,” lanjutnya.

Lebih lanjut, dr. Elly sapaan akrabnya, mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan dengan mengecek Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU).

Sebagaimana diketahui, fungsi ISPU adalah untuk menunjukkan seberapa bersih atau tercemarnya kualitas udara serta dampaknya terhadap kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan.

Dinkes Pulang Pisau juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala sesak napas, batuk berkepanjangan, dan iritasi mata.

Tips Dinkes Pulang Pisau saat Kabut Asap:

1. Wajib gunakan masker standar (N95/KF94) saat di luar rumah.

2. Tutup rapat ventilasi rumah agar asap tidak masuk.

3. Perbanyak minum air putih dan konsumsi buah serta sayur.

4. Cek kualitas udara melalui aplikasi ISPUnet / BMKG.

5. Segera ke Puskesmas/RS jika mengalami sesak napas.( Rd)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.