Haru dan Penuh Makna, Fajar Triyadi Sampaikan Kesan dan Pesan Mewakili Santri yang Dilepas di Hidayatul Muslimin 1

oleh -49 Dilihat
oleh

MBN//Pontianak//Kalbar – Suasana haru menyelimuti Aula Masjid Mujahidin Pontianak saat Pondok Pesantren Hidayatul Muslimin 1 Kabupaten Kubu Raya melaksanakan acara Pelepasan Santri Madrasah Ulya Angkatan XII dan XIII serta Madrasah Tsanawiyah Angkatan XLIII, Rabu (17/6/2026).

Pada kesempatan tersebut, Ananda Fajar Triyadi dipercaya mewakili seluruh santri yang dilepas untuk menyampaikan kesan dan pesan selama menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Hidayatul Muslimin 1.

Dalam pidatonya, Fajar mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh guru dan pengasuh pondok yang selama bertahun-tahun telah mendidik, membimbing, serta menanamkan ilmu dan akhlak kepada para santri.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh guru, ustaz, dan ustazah yang telah dengan sabar membimbing kami. Tidak ada balasan yang mampu kami berikan selain doa, semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan dan pengorbanan yang telah diberikan kepada kami,” ujarnya.

Tak lupa, Fajar juga menyampaikan penghargaan dan rasa hormat kepada para orang tua yang telah berjuang mengantarkan putra-putrinya menuntut ilmu di pesantren, meskipun harus berpisah dalam waktu yang tidak singkat.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada ayah dan ibu yang telah berjuang, berkorban tenaga, waktu, dan rezeki demi memondokkan kami. Semoga Allah SWT membalas segala pengorbanan dan kasih sayang yang telah diberikan kepada kami,” katanya.

Dalam momen yang penuh emosional tersebut, Fajar turut memberikan semangat kepada rekan-rekan santri yang telah kehilangan salah satu maupun kedua orang tua mereka.

“Kepada teman-teman yang orang tuanya telah dipanggil oleh Allah SWT, semoga diberikan kekuatan, kesabaran, dan kemudahan dalam menuntut ilmu. Semoga doa-doa terbaik selalu mengalir untuk orang tua kita yang telah mendahului,” tuturnya.

Menjelang akhir penyampaiannya, Fajar mewakili seluruh santri yang dilepas menyampaikan permohonan maaf kepada para guru, pengasuh, serta adik-adik santri apabila selama berada di lingkungan pondok pernah melakukan kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.

“Dalam perjalanan kami menuntut ilmu di pondok ini, tentu banyak khilaf dan kekurangan. Apabila selama ini ada perkataan, perbuatan, maupun sikap kami yang kurang berkenan kepada para guru, pengurus, dan adik-adik santri, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya,” ucapnya.

Ia juga berharap agar seluruh pihak dapat memaafkan segala kesalahan yang pernah terjadi selama masa pendidikan di pondok pesantren.

“Kami berharap pada hari yang berbahagia ini, apabila ada adik-adik santri yang pernah bersinggungan dengan kami selama belajar di pondok, mohon kiranya dapat memaafkan kami. Semoga kelak di akhirat tidak ada tuntutan di Padang Mahsyar dan kita semua dipertemukan kembali dalam ridha Allah SWT,” ungkap Fajar yang disambut suasana haru para hadirin.

Pidato perwakilan santri tersebut menjadi salah satu momen paling menyentuh dalam rangkaian acara pelepasan. Banyak wali santri dan tamu undangan tampak terharu mendengarkan ungkapan rasa syukur, penghormatan kepada guru dan orang tua, serta permohonan maaf yang disampaikan dengan tulus oleh para santri.

Acara pelepasan ini menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan para santri di Pondok Pesantren Hidayatul Muslimin 1 sekaligus awal perjalanan baru untuk mengabdikan ilmu yang telah diperoleh kepada masyarakat, agama, bangsa, dan negara. Dengan bekal ilmu, akhlak, dan nilai-nilai keislaman yang telah ditanamkan selama di pesantren, para santri diharapkan mampu menjadi generasi yang beriman, berilmu, dan bermanfaat bagi sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.