MBN / KAYONG UTARA, KALBAR — Musibah beruntun tengah dihadapi warga Desa Durian Sebatang, Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Selain kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih mengancam wilayah sekitar, empat rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan hingga runtuh dan tidak dapat ditempati.
Kondisi tersebut memunculkan keprihatinan sekaligus kekecewaan di tengah masyarakat. Warga mempertanyakan kehadiran dan respons Pemerintah Kabupaten Kayong Utara dalam menangani kondisi darurat yang mereka alami.
Informasi mengenai kejadian tersebut bahkan telah beredar luas melalui media sosial. Rekaman kondisi rumah warga yang terdampak juga disebut telah disampaikan kepada sejumlah pejabat daerah melalui pesan WhatsApp.
Namun, menurut keterangan warga, hingga berita ini diterbitkan belum terlihat adanya kunjungan langsung dari jajaran pemerintah kabupaten ke lokasi kejadian.
Kekecewaan itu salah satunya disampaikan warga setempat. Melalui unggahan di akun Facebook pribadi, mereka mempertanyakan perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi masyarakat yang tengah menghadapi musibah.
Menilai pemerintah daerah semestinya hadir secara langsung untuk melihat kondisi warga dan memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi dan juga menyoroti tidak adanya respons yang menurutnya memadai setelah informasi mengenai musibah tersebut disampaikan kepada pejabat terkait.
Karhutla dan Kabut Asap Tambah Beban Warga
Persoalan yang dihadapi masyarakat Durian Sebatang tidak hanya berkaitan dengan kerusakan rumah. Aktivitas Karhutla di sekitar wilayah tersebut turut menambah kekhawatiran warga.
Kabut asap disebut menyelimuti kawasan dan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut semakin berat karena warga juga menghadapi persoalan ketersediaan air bersih.
Di tengah situasi tersebut, masyarakat berharap pemerintah daerah dapat memberikan penanganan darurat, termasuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat segera dipenuhi.
Warga Soroti Bantuan dan Kehadiran Pemerintah
Musibah yang terjadi membuat warga berharap adanya langkah cepat dari pemerintah, baik melalui pendataan korban, penyaluran bantuan maupun penanganan dampak Karhutla.
Ketiadaan respons yang dirasakan warga kemudian berkembang menjadi kritik terhadap pemerintah daerah. Sejumlah warga bahkan menyampaikan wacana untuk mengambil langkah lebih jauh apabila persoalan tersebut tidak segera mendapat perhatian.
Ancaman tersebut antara lain berupa tuntutan terkait alokasi aset daerah serta persoalan pembayaran pajak yang selama ini masuk ke kas pemerintah kabupaten.
Meski demikian, persoalan tersebut masih berupa pernyataan dan wacana dari masyarakat yang kecewa terhadap kondisi yang mereka alami.
Pemkab Kayong Utara Belum Beri Tanggapan
Untuk mendapatkan keberimbangan informasi, Bupati Kayong Utara Romi Wijaya dan Wakil Bupati Amru Chanwari telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait kondisi warga Desa Durian Sebatang, termasuk mengenai penanganan empat rumah warga dan situasi Karhutla di wilayah tersebut.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat tanggapan dari keduanya, Pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai langkah penanganan yang telah dilakukan maupun rencana bantuan bagi warga yang terdampak.


