Duduk di Kursi Roda Bukan Penghalang, Eko Ingin Berdikari Lewat Kios Demi Ringankan Beban Keluarga

oleh -74 Dilihat
oleh

 

MBN//MANGGARAI TIMUR//NTT– Sebuah pesan menyedihkan masuk ke WhatsApp kami tentang kondisi seorang anak di Kampung Leke, Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Namanya Fransiskus Eko, usianya baru 12 tahun. Sejak lahir, Eko sudah harus berjuang dengan kondisi kakinya yang lumpuh, sehingga ia hanya bisa menghabiskan hari-harinya duduk di atas kursi roda.

Lahir pada 23 Maret 2014, Eko sama sekali tidak pernah merasakan bangku sekolah. Tapi yang bikin hati lebih sakit lagi, Eko merasa sedih karena melihat bapak dan mamanya kesulitan ekonomi gara-gara harus menjaga dia terus di rumah.

Orang Tua Terpaksa Berhenti Kerja

Kondisi Eko yang sudah cacat sejak lahir ini memang butuh perhatian penuh. Ayahnya, Bapak Urbanus Seong yang sudah berumur 58 tahun, dan ibunya, Ibu Rensiana Tata (46), tidak bisa meninggalkan Eko sendirian.

Karena harus ada yang menjaga Eko bergantian, salah satu dari orang tuanya terpaksa tidak bisa pergi bekerja. Akibatnya, penghasilan keluarga jadi seret. Untuk makan sehari-hari saja mereka sudah sangat kesulitan, apalagi sang ayah yang sudah mulai tua tidak bisa lagi fokus mencari nafkah di kebun.

Curhatan Eko: “Saya Tidak Mau Jadi Beban Bapak dan Mama”

Di atas kursi rodanya, Eko bercerita dengan jujur. Dia tahu kalau bapak dan mamanya lagi susah, dan dia merasa bersalah karena kondisi fisiknya membuat orang tuanya jadi tidak bisa bekerja.

“Saya begini sejak lahir, tidak bisa jalan dan tidak bisa sekolah. Saya kasihan lihat bapak dan mama tidak bisa pergi kerja karena harus jaga saya terus di rumah. Saya ingin sekali punya kios kecil di rumah. Kalau ada kios, saya bisa bantu jaga barang sambil duduk di kursi roda, jadi bapak bisa pergi kerja lagi di kebun. Tapi kami tidak punya uang untuk modal, bapak mama tidak mampu,” kata Eko dengan mata berkaca-kaca.

Mimpi Eko sederhana sekali. Dia cuma ingin berguna. Dia ingin menjaga kios supaya orang tuanya punya waktu untuk bekerja lagi di ladang tanpa harus khawatir meninggalkan dia sendirian.

Jurnalis Teridius Balang

 

Editor #

Ilarius kristoforus madu

#irto#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.