
Sebanyak 28 lansia diwisuda. Program 6 bulan ini bertujuan mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, dan produktif.
MBN/PULANG PISAU/KALTENG – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kab. Pulang Pisau terus menggalakkan program Sekolah Lansia Cerdik. Program ini bertujuan agar lansia tetap sehat, mandiri, dan produktif di usia lanjut.
Hal tersebut disampaikan Tim Bina Keluarga Lansia (BKL) DP3AP2KB, dr. Pande Putu Gina, saat ditemui usai kegiatan Wisuda Sekolah Lansia Cerdik di Aula Kantor Kecamatan Kahayan Hilir, Jumat (28/8).
“Untuk kalangan usia ini tentu tidak menjadi beban dengan pertambahan usia. Tidak menjadi hambatan tergantung dengan keluarga, tetapi dia bisa tetap produktif sendiri dan sehat,” jelas dr. Pande.
Program 6 Bulan, 3 Standar
dr. Pande menjelaskan, program Sekolah Lansia Cerdik ini berlangsung selama 6 bulan. Pertemuan dilakukan 1 kali dalam seminggu dengan durasi sekitar 5-6 jam.
“Ini yang ketiga kali, standar tiga. Jadi ada standar satu, standar dua, standar tiga. Untuk hari ini pesertanya 28 orang,” ujarnya.
Materi Lengkap Hingga Wisata
Berbagai materi diberikan kepada peserta. Mulai dari kesehatan, pola makan, psikologi, agama, hingga wisata lokal.
“Ada bagaimana jaga kesehatan, bagaimana pola makan. Kemudian ada psikologinya juga, bagaimana mengelola emosi, menyadari peningkatan usia. Ada juga agamanya, dan ada wisata lokalnya. Kemarin ke Ikon Pulau, ke Taman Laut. Jadi kita juga tetap ada bisnis lokal dan wisatawan lokal,” tambahnya.
Menurut dr. Pande, kegiatan wisata ini juga penting untuk menjaga silaturahmi antar peserta.
“Ini kan juga membuat silaturahminya tetap terjaga. Kalau kata orang kan silaturahmi itu membuat panjang umur,” katanya.

Program ini hadir untuk mencetak lansia yang sehat, mandiri, dan produktif.
Target Ada di Setiap Kecamatan
dr. Pande berharap program ini bisa menjangkau seluruh kecamatan di Pulang Pisau. Saat ini baru berjalan di 2 kecamatan.
“Harapannya ini kan sekolah ini tentu kalau bisa ada di tiap kecamatan. Hari ini kita kan baru ada di dua kecamatan saja,” ucapnya.
Ia juga menyoroti jumlah lansia di Pulang Pisau yang cukup besar.
“Kalau hitungan jumlah lansianya itu kan sebelas persen. Kalau hitungan penduduknya 140 ribu berarti hampir 15-16 ribu. Nah itu kalau ternyata usia makin meningkat tapi tidak sehat, tidak produktif kan juga jadi hambatan dalam pembangunan,” pungkasnya.
Untuk biaya, peserta hanya dikenakan Rp21.000 dari sebelumnya Rp28.000. Materi disampaikan oleh Tim BKL DP3AP2KB, Dinas Kesehatan, dan psikolog sesuai topik. (ron)

