Dari Bina Akrab ke Aksi Nyata, Mahasiswa Pendidikan Fisika UNIPA Tanam Mangrove

oleh -87 Dilihat
oleh

MBN/NTT-Kegiatan Bina Akrab biasanya identik dengan perkenalan, kebersamaan, dan berbagai aktivitas menyenangkan untuk membangun keakraban antarmahasiswa baru. Namun, mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Nusa Nipa (UNIPA) Maumere, menghadirkan sesuatu yang berbeda. Bukan sekadar berkumpul dan bersenang-senang, mereka menjadikan Bina Akrab sebagai aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan melalui penanaman mangrove di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (6/11/2026).
Kegiatan Bina Akrab dan Pengabdian kepada Masyarakat tersebut berlangsung pukul 08.00 hingga 15.30 WITA. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa semester I, dosen, alumni, serta masyarakat setempat.

Ketua Panitia, Elisabeth Nona Yanti, yang akrab disapa Yanti, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh dua kebutuhan, yakni membangun kebersamaan di antara mahasiswa baru serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan pesisir.
Menurut Yanti, Bina Akrab menjadi ruang bagi mahasiswa semester I untuk saling mengenal, membangun kekompakan, solidaritas, dan rasa kekeluargaan setelah memasuki lingkungan perguruan tinggi.
Sementara itu, kegiatan penanaman mangrove merupakan bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Desa Nangahale dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan wilayah pesisir yang rentan mengalami abrasi dan pengikisan pantai. Selain itu, kondisi kawasan mangrove di wilayah tersebut mulai berkurang akibat aktivitas masyarakat dan faktor alam.


Melalui aksi penanaman mangrove, mahasiswa berupaya ikut berkontribusi dalam menjaga dan merehabilitasi ekosistem pesisir.
Mangrove memiliki peran penting dalam membantu melindungi garis pantai dari abrasi, menjaga keseimbangan ekosistem laut, serta menjadi habitat bagi berbagai biota laut.
Bagi mahasiswa Pendidikan Fisika, kegiatan ini juga menjadi bentuk pembelajaran kontekstual di luar ruang kelas.
Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui teori perkuliahan, tetapi juga dapat memahami secara langsung berbagai fenomena alam, seperti proses fotosintesis, gelombang laut, abrasi pantai, dan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.
Yanti menjelaskan, penggabungan kegiatan Bina Akrab dengan pengabdian kepada masyarakat bertujuan agar mahasiswa baru tidak hanya membangun hubungan pertemanan, tetapi juga mendapatkan pengalaman sosial yang bermanfaat sejak awal perkuliahan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dilatih untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan, tanggung jawab sosial, serta kemampuan bekerja sama.
Panitia berharap kegiatan ini dapat mempererat persaudaraan antarmahasiswa Pendidikan Fisika, sekaligus menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian terhadap lingkungan pesisir.
Mangrove yang telah ditanam diharapkan dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Nangahale.
Selain itu, kegiatan serupa diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi angkatan mahasiswa Pendidikan Fisika berikutnya.

Penulis: Nurak Itha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.