BUPATI ALEXANDER WILYO HADIRI DEKLARASI ODF TUJUH DESA DI KECAMATAN MARAU, TEKANKAN POLA HIDUP SEHAT DAN KESIAPSIAGAAN KARHUTLA

oleh -132 Dilihat
oleh

‎Selain Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan, Pemkab Ketapang Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Dorong Pembentukan Masyarakat Peduli Karhutla di Setiap Desa

‎MBN// Ketapang// Kalbar — Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menghadiri kegiatan Deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan yang melibatkan tujuh desa di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perilaku hidup bersih dan sehat sekaligus memperkuat komitmen pemerintah desa dalam menjaga kesehatan lingkungan.

‎Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Marau bersama para kepala desa dari Desa Riam Batu Gading, Desa Sukakarya, Desa Karya Baru, Desa Bantan Sari, Desa Planjau Jaya, Desa Rangkung, dan Desa Randai.

‎Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Ketapang melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Kependudukan Catatan Sipil juga menyediakan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat, disertai pemberian obat-obatan sesuai kebutuhan dan hasil pemeriksaan tenaga kesehatan dan Pembuatan KTP tanpa ada embel-embel pungutan biaya alias gratis.

‎Bupati Alexander Wilyo juga menegaskan bahwa semua pelayanan masyarakat oleh pemerintah tidak dipungut biaya apapun. Apabila ada yang melakukan pemungutan biaya maka segera laporkan.

‎Bupati: Deklarasi ODF Bukan Sekadar Seremonial

‎Dalam sambutannya, Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyampaikan apresiasi kepada desa-desa yang telah berkomitmen mewujudkan lingkungan bebas dari praktik buang air besar sembarangan.

‎Menurutnya, keberhasilan deklarasi ODF tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui perubahan perilaku masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

‎“ODF bukan hanya seremonial. Ini menyangkut pola hidup kita sehari-hari, bagaimana menjaga kebersihan, membiasakan cuci tangan sebelum makan, mengatur pola makan, serta mengelola sampah rumah tangga dengan baik,” demikian pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

‎Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan sebuah desa tidak semata-mata diukur dari tingkat kemajuan pembangunan fisik, tetapi juga dari kesadaran masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

‎Bupati berharap seluruh kepala desa berani mengambil peran sebagai penggerak perubahan, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta memastikan komitmen ODF benar-benar dilaksanakan secara berkelanjutan.

‎Desa yang Belum ODF Didorong Segera Menyusul

‎Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga memberikan perhatian kepada desa-desa yang belum mencapai status ODF. Desa Batu Payung 2 dan Desa Belaban disebut sebagai dua desa yang masih memerlukan dorongan dan pendampingan agar dapat menyusul desa-desa lainnya.

‎Bupati berharap pemerintah desa bersama tenaga kesehatan dan masyarakat terus memperkuat edukasi mengenai pentingnya penggunaan jamban yang layak, sanitasi yang sehat, serta pencegahan pencemaran lingkungan.

‎Komitmen tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tanggung jawab kepala desa, tetapi juga melibatkan seluruh elemen masyarakat agar perubahan perilaku dapat berlangsung secara konsisten.

‎Bupati Soroti Karhutla yang Berlangsung dalam Dua Bulan Terakhir

‎Selain persoalan kesehatan dan sanitasi, Alexander Wilyo turut menyoroti kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi dalam kurun waktu kurang lebih dua bulan terakhir.

‎Ia berharap seluruh desa di Kabupaten Ketapang, khususnya di Kecamatan Marau, mengambil langkah nyata untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan agar tidak terus meluas dan menimbulkan dampak bagi masyarakat maupun lingkungan.

‎Salah satu langkah yang didorong adalah pembentukan Masyarakat Peduli Karhutla di setiap desa dengan melibatkan warga setempat. Kelompok tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kewaspadaan, melakukan pemantauan lingkungan, serta mendukung upaya pencegahan dan penanganan dini apabila ditemukan indikasi kebakaran.

‎Peran aktif kepala desa dinilai penting untuk membangun koordinasi dengan unsur Forkopimcam, aparat keamanan, dan instansi terkait dalam menghadapi ancaman Karhutla.

‎Komitmen Bersama untuk Marau yang Lebih Sehat dan Siaga

‎Deklarasi ODF dan dorongan pembentukan Masyarakat Peduli Karhutla menjadi dua agenda penting yang membutuhkan partisipasi aktif pemerintah desa dan masyarakat.

‎Pemerintah desa diharapkan tidak hanya menyampaikan imbauan, tetapi juga terus melakukan edukasi, pengawasan, serta memastikan komitmen yang telah dibangun dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

‎Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, Forkopimcam, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat, Kecamatan Marau diharapkan semakin mampu mewujudkan lingkungan yang bersih, perilaku hidup sehat, serta kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. LD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.