Aksi kemanusiaan Pangdam XXII/TB bersama YouTuber kuliner Bobon Santoso di lokasi Karhutla Tumbang Nusa, Pulang Pisau

oleh -25 Dilihat
oleh
Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin bersama YouTuber kuliner Bobon Santoso meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau

MBN|PULANG PISAU, Tumbang Nusa – Momen penuh keakraban terjadi di posko Karhutla Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Pulang Pisau, Jumat (24/10). Di tengah kepungan asap tebal, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin turun langsung memasak bersama kreator kuliner Bobon Santoso untuk para relawan.

Sebanyak 4.000 porsi makanan disiapkan untuk prajurit TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan relawan yang berjibaku memadamkan Karhutla di lahan gambut.

Pangdam Zainul Arifin dalam keterangannya menyampaikan terima kasih secara khusus kepada Bobon Santoso.

“Terima kasih dengan Bang Bobon. Yang pertama, saya mengucapkan terima kasih kepada Mas Bobon yang sudah hadir di Kota Palangka Raya dan Kalimantan Tengah pada umumnya. Yang telah meluangkan waktunya untuk hadir, memberi makan untuk para relawan, sehari bisa sampai 4.000 porsi. Ini sangat luar biasa perhatiannya,” ujar Pangdam.

Ia berharap aksi tersebut dapat menambah semangat para petugas di lapangan.

“Mudah-mudahan ini menambah semangat untuk para relawan. Mudah-mudahan amal baiknya bisa menambah pahala buat Pak Bobon dan menambah semangat buat kita semua para relawan,” katanya.

Kutip Hadis Bukhari, Ajak Tanam Pohon dan Stop Bakar Hutan

Selain masak besar, kegiatan juga diisi penanaman pohon simbolis. Pangdam memaknai kegiatan itu sebagai ajakan untuk berhenti membakar lahan.

“Penanaman pohon ini saya maknai, saya sangat berharap kepada masyarakat kita, menanam pohon ini menandakan bahwa stop pembakaran lahan. Tidak ada lagi pembakaran lahan, kita mulai memperbaiki lingkungan kita,” tegasnya.

Dalam pesannya, Pangdam juga mengutip Hadis Riwayat Bukhari tentang pentingnya menjaga lingkungan.

“Saya mengutip satu hadis, Hadis Bukhari, di mana pada saat akan kiamat, di mana seseorang masih memegang bibit pohon, hendaklah dia menanamnya sebisa mungkin. Maknanya kita sebagai manusia diwajibkan untuk memelihara lingkungan,” jelasnya.

“Oleh karena itu saya memaknai dari hadis itu untuk menjaga lingkungan kita, untuk keberlangsungan anak cucu kita. Saya sangat berharap ke depannya tidak ada lagi membuka lahan atau membakar hutan,” pungkas Pangdam.

 

[TIM REDAKSI]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.