Akses Jalan Kabupaten Rusak Parah, Pemerintah Daerah Manggarai Timur Tutup Mata dan Telinga

oleh -138 Dilihat
oleh

MBN || MANGGARAI TIMUR – Kondisi ruas jalan kabupaten yang melintasi Kampung Kopalando, Desa Ranakolong, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur Nusa Tenggara Timur kembali menjadi keluhan masyarakat. Memasuki tahun 2026 ini, akses jalan tersebut terpantau rusak parah dengan kondisi aspal yang sudah hilang, menyisakan kerikil tajam yang sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.

Sebenarnya, masyarakat setempat telah berupaya maksimal secara mandiri. Selama dua tahun terakhir, semangat gotong royong warga terus dikerahkan untuk menjaga agar jalan tetap bisa dilalui.

Pada pertengahan tahun 2024, warga berinisiatif mengumpulkan kontribusi untuk membeli material semen dan pasir. Secara bahu-membahu, warga menambal titik-titik lubang yang dianggap paling krusial demi meminimalisir kerusakan yang kian meluas.

Perjuangan tersebut berlanjut hingga tahun 2025. Karena perbaikan swadaya sebelumnya mulai terkikis, warga kembali turun ke jalan untuk melakukan perbaikan serupa. Upaya ini dilakukan semata-mata demi menjamin keselamatan kendaraan yang melintas, mengingat jalan ini merupakan akses utama bagi mobilitas warga.

Namun, perbaikan sementara tersebut rupanya tidak bertahan lama. Di tahun 2026 ini, kondisi jalan kembali rusak total. Hamparan kerikil tajam kini memenuhi badan jalan, yang sering kali membuat ban kendaraan selip dan sangat rawan memicu kecelakaan bagi pengendara motor.
“Kami sudah berupaya selama dua tahun berturut-turut dengan biaya dan tenaga sendiri, namun di tahun 2026 ini kondisinya kembali rusak parah. Meskipun sejauh ini belum ada korban jiwa, namun kondisi kerikil tajam ini sangat membahayakan kami yang setiap hari melintas menggunakan motor,” ungkap salah seorang warga di lokasi.

Masyarakat Kopalando menekankan bahwa kerja sama yang solid antarwarga selama ini bertujuan untuk mendorong perekonomian rakyat agar tetap berjalan lancar. Namun, perbaikan swadaya tentu memiliki keterbatasan jika tidak dibarengi dengan pembangunan aspal permanen dari pihak berwenang.

Kini, warga hanya bisa menaruh harapan besar kepada pemerintah kabupaten Manggarai Timur untuk segera memberikan solusi nyata. Masyarakat merasa telah menjalankan perannya dengan sangat baik melalui gotong royong, dan kini saatnya negara hadir untuk memberikan kenyamanan serta keselamatan bagi warga di pelosok desa.@Timred

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.