Pernyataan Sikap Terkait Video Seorang Pedagang yang Menyebut “Kurang Ajar Para Awak Media”

oleh -148 Dilihat
oleh

Ketapang –  Sebuah video yang beredar di media sosial memicu reaksi dari sejumlah wartawan di Kabupaten Ketapang. Dalam video tersebut, seorang pedagang sayur/rosok awalnya menyebutkan kalimat yang bernada merendahkan awak media, yang menurut para jurnalis dinilai tidak pantas dan dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap profesi wartawan.

Dalam bagian awal rekaman, pedagang itu terdengar mengucapkan kalimat “Kurang ajar para awak media ini…” sebelum kemudian melanjutkan keluhannya mengenai kondisi ekonomi masyarakat kecil yang menurutnya bergantung pada keberadaan para pekerja tambang.

Pedagang tersebut menjelaskan bahwa, sebagai pelaku usaha kecil, seperti tukang sayur atau tukang rosok, ia merasa pendapatannya menurun sejak para pekerja tambang tidak lagi beraktivitas. “Kalau tidak ada pekerja tambang, susah… daya belinya berkurang,” ujarnya dalam video itu.

Sejumlah wartawan yang mengetahui ucapan awal dalam video tersebut menyayangkan kalimat yang disampaikan oleh pedagang itu. Para wartawan menyatakan bahwa profesi jurnalis bekerja berdasarkan kode etik dan tidak patut digeneralisasi dengan kata-kata merendahkan.

Salah satu pemerhati media di Ketapang menyampaikan pandangan yang lebih menyejukkan agar persoalan ini dapat disikapi secara bijak.
Ia menegaskan bahwa masyarakat dan media memiliki hubungan saling membutuhkan.

“Saya memahami bahwa pedagang tersebut mungkin sedang dalam tekanan ekonomi sehingga meluapkan kekecewaannya. Namun penting diingat, wak media bekerja berdasarkan kode etik. Kalimat ‘kurang ajar awak media’ tentu menyinggung rekan-rekan wartawan, tetapi menurut saya biarkan hal ini menjadi pembelajaran bersama. Kita semua, baik pedagang maupun media, sama-sama mencari nafkah dan seharusnya saling menghargai,” ujarnya.

Ia juga berharap agar konflik kecil seperti ini tidak melebar menjadi perselisihan yang merugikan semua pihak.
Menurutnya, klarifikasi langsung dan komunikasi secara baik akan jauh lebih bermanfaat.

“Saya mengajak kedua belah pihak untuk saling memahami. Pedagang perlu menjaga tutur kata, dan media bisa menanggapinya dengan bijak. Tidak perlu diperbesar,” tambahnya.

Rilis ini ditutup dengan harapan agar kejadian tersebut menjadi momentum memperkuat hubungan antara pelaku usaha kecil, masyarakat luas, dan insan pers yang menjalankan fungsi kontrol sosial. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.