Rostini Hagawalti : Sungainya Sudah Harus Dikeruk, Dasar Fondasi Harus Dipasang Bronjong
MBN// Ketapang, Kalbar — Kondisi Jembatan Sungai Kendawangan di Desa Sukakarya, Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat dari Fraksi Gerindra, Rostini Hagawalti, S.H., M.H.
Pada Sabtu, 26 September 2026, Rostini Hagawalti, S.H., M.H. turun langsung meninjau kondisi jembatan serta aliran Sungai Kendawangan yang dilaporkan mengalami abrasi di sekitar fondasi jembatan.
Kedatangan Rostini disambut dan didampingi Kepala Desa Sukakarya, Harsoyo, serta Ketua DPC POM Kecamatan Marau, Heri Gunawan dan juga beberapa masyarakat setempat.
Peninjauan tersebut dilakukan setelah masyarakat sejak awal 2024 menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi jembatan dan sungai. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah terkikisnya tanah di sekitar fondasi jembatan akibat abrasi, sehingga dinilai membutuhkan penanganan segera, termasuk pemasangan bronjong sebagai upaya perlindungan konstruksi.

Namun, kondisi sungai disebut semakin memprihatinkan. Aliran sungai mulai menyusut dan terdapat tumpukan kayu, pohon serta sampah yang dinilai menghambat aliran air.
Kondisi tersebut dikhawatirkan tidak hanya berdampak terhadap kebutuhan air masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan dan Banjir akibat genangan ketika debit air meningkat.
ROSTINI : FONDASI JEMBATAN HARUS SEGERA DIAMANKAN
Usai melihat langsung kondisi lapangan, Rostini Hagalwati menilai perlindungan terhadap fondasi jembatan perlu menjadi perhatian utama.
Menurutnya, pemasangan bronjong diperlukan pada bagian bawah dan sisi jembatan untuk mencegah tanah yang menopang konstruksi terus terkikis oleh arus dan abrasi.
“Kalau kondisinya seperti ini memang harus segera dilakukan pemasangan bronjong di bawah jembatan sungai dan juga di pinggirannya. Kalau tidak, jembatan yang ditaksir menghabiskan anggaran miliaran rupiah bisa rusak parah bahkan bisa rubuh. Saya akan coba untuk mengajukan permohonan agar dapat menjadi perhatian khusus untuk perbaikan pondasi jembatan,” terang Rostini.
Rostini juga menyampaikan bahwa persoalan tidak hanya berada pada struktur jembatan. Kondisi Sungai Kendawangan menurutnya juga membutuhkan penanganan melalui pembersihan dan normalisasi.
TUMPUKAN KAYU dan SAMPAH DIMINTA SEGERA DIANGKAT
Saat meninjau aliran sungai, Rostini mengaku prihatin melihat banyaknya tumpukan kayu dan pohon yang berada di dalam badan sungai.
“Ini sungainya harus dibersihkan. Kotor begini, tumpukan kayu dan pohon harusnya diangkat dari sungai karena menghambat arus sungai dan dapat mengakibatkan banjir,” ujarnya.
Ia juga menyatakan akan merekomendasikan agar perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Desa Sukakarya turut memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Menurut Rostini, keterlibatan berbagai pihak diperlukan karena persoalan Sungai Kendawangan tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga menyangkut kebutuhan dasar masyarakat serta keberlangsungan akses transportasi darat.
JALUR PENGHUBUNG PROVINSI ANTAR WILAYAH
Jembatan Sungai Kendawangan memiliki posisi penting bagi masyarakat karena menjadi bagian dari jalur penghubung antardesa dan antarwilayah.
Karena itu, kerusakan pada bagian fondasi jembatan dikhawatirkan dapat berdampak lebih luas apabila tidak segera mendapatkan penanganan.
Peninjauan tersebut dilakukan Rostini setelah sebelumnya menghadiri peresmian Jembatan Lipat Gunting dan program penerangan di Desa Harapan Baru, Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang.
Usai menghadiri kegiatan tersebut, Rostini langsung melanjutkan perjalanan menuju Desa Sukakarya untuk melihat kondisi Jembatan dan Sungai Kendawangan yang sebelumnya sempat menjadi perhatian publik.
HARSOYO dan HERI GUNAWAN APRESIASI KEHADIRAN WAKIL RAKYAT
Kepala Desa Sukakarya Harsoyo dan Ketua DPC POM Marau Heri Gunawan menyampaikan apresiasi atas kedatangan Rostini Hagawalti, S.H., M.H. yang menurut mereka menunjukkan perhatian langsung terhadap aspirasi masyarakat.
Keduanya berharap hasil peninjauan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui langkah konkret, terutama terkait pengamanan fondasi jembatan, pembersihan sungai dan rencana normalisasi.
“Kami berterima kasih kepada Ibu Rostini Hagalwati yang sudah menyempatkan diri untuk singgah dan meninjau langsung Jembatan dan Sungai Kendawangan di desa kami yang memang membutuhkan perhatian khusus guna kepentingan masyarakat,” terang Harsoyo dan Heri Gunawan.
Masyarakat kini berharap hasil peninjauan tersebut tidak berhenti sebatas kunjungan lapangan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, instansi teknis serta pihak terkait lainnya.
Terutama untuk memastikan fondasi Jembatan Sungai Kendawangan segera diamankan dari ancaman abrasi dan kondisi Sungai Kendawangan mendapat penanganan nyata melalui pembersihan maupun normalisasi.


