Pelepasan Santri Hidayatul Muslimin 1 Kubu Raya: Lahirkan Generasi Berilmu, Beradab, dan Berakidah Kokoh

oleh -79 Dilihat
oleh

MBN//Kubu Raya//Kalbar – Pondok Pesantren Hidayatul Muslimin 1 Kabupaten Kubu Raya menggelar acara Pelepasan Santri Madrasah Ulya Angkatan XII dan XIII serta Madrasah Tsanawiyah Angkatan XLIII pada hari ini dengan penuh khidmat dan suasana haru.

Acara yang berlangsung di aula pondok pesantren tersebut diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh para santri, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan dan kecintaan kepada tanah air.

Rangkaian kegiatan kemudian diisi dengan sambutan dari Ketua Panitia, Ust. Thoriq, S.Pd, Kepala Pondok Pesantren Ust. Hendri, S.Pd, serta Pembina Yayasan Ust. Haekal Awla, Lc. Sambutan juga disampaikan oleh Dr. MH Ihsan S.Ag.,M.Si di Kemenag Kubu Raya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Kubu Raya yang mewakili Bupati Kubu Raya, beserta para wali santri dan tamu undangan lainnya.

Pada tahun ini, jumlah santri yang dilepas sebanyak 134 orang, terdiri dari:

Santri Putra (54 orang):

  • Program Khidmah: 16 orang
  • Madrasah Ulya: 5 orang
  • Madrasah Tsanawiyah: 33 orang

Santri Putri (80 orang):

  • Program Khidmah: 26 orang
  • Madrasah Ulya: 28 orang
  • Madrasah Tsanawiyah: 26 orang

Dalam sambutannya, Pembina Yayasan, Ust. Haekal Awla, Lc, menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh santri yang dilepas agar senantiasa menjaga nama baik pondok pesantren di mana pun berada.

“Menjadi seorang santri memiliki keunikan dan kebanggaan tersendiri. Gelar santri tidak akan pernah hilang dan akan terus melekat sepanjang hayat. Kelak ada di antara kalian yang menjadi dokter, guru, pengusaha, pejabat, bahkan menteri, namun identitas sebagai santri akan tetap menjadi bagian dari diri kalian,” pesannya.

Beliau juga menekankan tiga pesan penting sebagai bekal kehidupan para santri setelah meninggalkan lingkungan pendidikan pesantren.

Pertama, menjaga akidah, iman, dan tauhid. Menurutnya, keimanan merupakan harta yang paling berharga dan tidak boleh ditukar dengan apa pun.

“Jagalah akidah, iman, dan tauhid. Karena itulah bekal terbaik ketika suatu saat kita menghadap Allah SWT,” tegasnya.

Kedua, menjaga adab dalam kehidupan sehari-hari. Ust. Haekal menyoroti tantangan zaman yang menurutnya menunjukkan penurunan kualitas adab di kalangan generasi muda.

“Kita saat ini berhadapan dengan generasi yang semakin hambar dari sisi adab. Bagaimana berbicara kepada orang tua, pemimpin, guru, maupun kepada sesama teman harus tetap dijaga. Adab adalah mahkota seorang muslim,” ujarnya.

Ketiga, istiqamah dalam menjaga ilmu dan nilai-nilai yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di pondok pesantren.

“Apa yang sudah didapatkan selama belajar di pondok hendaknya terus dijaga dan diamalkan hingga akhir hayat. Jangan sampai ilmu dan kebiasaan baik yang telah dibangun selama bertahun-tahun hilang begitu saja setelah kembali ke masyarakat,” tambahnya.

Acara pelepasan santri ini menjadi momentum penting bagi Pondok Pesantren Hidayatul Muslimin 1 dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan agama, tetapi juga memiliki karakter, akhlak mulia, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Dengan berakhirnya masa pendidikan di pesantren, para santri diharapkan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat, membawa nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, serta terus mengharumkan nama almamater Pondok Pesantren Hidayatul Muslimin 1 di masa yang akan datang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.