Mahasiswa KKN-T Gentaskin Sosialisasikan Pembuatan Pakan Fermentasi Berbahan Lokal dan Manajemen Perkandangan di Desa Lewopao

oleh -187 Dilihat
oleh

MBN//NTT-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gentaskin melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai pembuatan pakan ternak fermentasi berbahan lokal dan manajemen perkandangan sebagai upaya meningkatkan produktivitas ternak masyarakat di Desa Lewopao, Kecamatan Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur, pada Rabu (29/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di salah satu rumah warga Dusun I ini diikuti oleh masyarakat Dusun I, Desa Lewopao. Sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya memanfaatkan bahan-bahan lokal sebagai pakan ternak yang bernilai gizi tinggi, sekaligus menerapkan sistem perkandangan yang bersih, sehat, dan sesuai dengan kebutuhan ternak.

Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa bahan-bahan lokal seperti batang keladi, batang pisang, dedak padi, dedak jagung, kelapa dapat diolah menjadi pakan fermentasi yang berkualitas. Selain lebih mudah diperoleh, pemanfaatan bahan lokal juga mampu menekan biaya pemeliharaan sekaligus meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan ternak.

Selain materi mengenai pakan, mahasiswa juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya manajemen perkandangan yang baik. Beberapa aspek yang ditekankan meliputi kebersihan kandang, ketersediaan air minum, sirkulasi udara yang baik, serta pengelolaan limbah ternak secara tepat guna menjaga kesehatan hewan dan mencegah penyebaran penyakit.

Sebagai bentuk penerapan materi, mahasiswa bersama masyarakat mempraktikkan secara langsung pembuatan pakan ternak fermentasi. Proses diawali dengan mencincang batang keladi, batang pisang, dedak padi, dan kelapa hingga berukuran kecil. Selanjutnya, seluruh bahan dicampur secara merata dan ditambahkan larutan dekomposer sebagai starter fermentasi. Campuran tersebut kemudian dimasukkan ke dalam gentong atau wadah yang tertutup rapat dan didiamkan selama lima hari hingga proses fermentasi selesai.

Pakan hasil fermentasi memiliki kualitas yang lebih baik karena lebih mudah dicerna dan memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan bahan yang diberikan secara langsung. Pakan ini sangat sesuai dimanfaatkan untuk ternak babi, mengingat sebagian besar masyarakat Desa Lewopao menjadikan usaha ternak babi sebagai salah satu sumber mata pencaharian sekaligus tabungan keluarga. Melalui praktik tersebut, masyarakat diharapkan mampu mengolah bahan-bahan lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal menjadi pakan berkualitas dengan biaya yang lebih hemat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian mahasiswa KKN-T Gentaskin dalam mendukung pengembangan sektor peternakan di Desa Lewopao. Selama ini, sebagian peternak masih menerapkan pola pemeliharaan secara tradisional sehingga produktivitas ternak belum optimal. Melalui sosialisasi dan praktik langsung, mahasiswa berharap masyarakat dapat menerapkan teknik budidaya yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Warga aktif mengikuti sesi diskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait kendala yang dihadapi dalam pemeliharaan ternak, khususnya ternak babi. Interaksi tersebut menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman antara mahasiswa dan masyarakat sehingga materi yang disampaikan lebih mudah dipahami dan diterapkan.

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa KKN-T Gentaskin yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur, yaitu Universitas Nusa Nipa Indonesia, Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) St. Ursula, STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere, Universitas Flores Ende, Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero, Universitas Muhammadiyah Maumere, dan STIPER Flores Bajawa. Kolaborasi lintas perguruan tinggi ini menjadi wujud sinergi mahasiswa dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang peternakan.

Mahasiswa KKN-T Gentaskin berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh masyarakat melalui kegiatan ini dapat diterapkan dalam pengelolaan ternak sehari-hari. Dengan memanfaatkan pakan fermentasi berbahan lokal dan menerapkan manajemen perkandangan yang baik, diharapkan produktivitas ternak meningkat, biaya pemeliharaan menjadi lebih efisien, serta mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Lewopao, Kecamatan Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur.

Penulis: Teridius Balang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.